Jakarta, INDONEWS.ID - Permasalahan pasar Taman Puring belum ada titik terang, membuat pedagang resah akan nasib mereka. Gubernur DKI tak mau menjelaskan terkait pasar taman puring yang ia janjikan akan direvalitasi tapi tersiar kabar pasar bakal diubah menjadi taman disabilitas. Saat meninjau persiapan peresmian stasiun LRT Manggarai, Senin (24/08).
Dua rencana tersebut hingga kini belum jelas, apakah akan direvalitasi atau menjadi taman disabilitas. Revalitasi pernah diungkap Gubenur DKI Pramono Anung saat kunjungan ke pasar Taman Puring usai kebakaran. kala itu ia berjanji pada pedagang akan merevalitasi pasar. Namun di kesempatan lain Gubernur ingin pasar tersebut dirubah menjadi taman disabilitas.
Saat Gubernur memeriksa kesiapan stasiun LRT Manggarai, rencananya akan diresmikan 26 Agustus nanti, ketika ditanyakan soal pasar Taman Puring, ia tutup mulut dan memilih melangkah ke kendaraan dinasnya.
Tanpa ada sepatah kata yang keluar dari mulutnya, melengos menuju kendaraan dinas. Namun Pramono sempat foto selvi dengan seorang warga yang meminta foto bersama, lalu memasuk ke mobil dan meninggalkan stasiun Manggarai.
Peristiwa enggannya Pramono menjawab pertanyaan pasar Taman Puring, membuat pedagang galau, kepastian soal revalitasi masih menggantung. Pedagang terus bertanya-tanya, tempat usaha mereka direvalitasi atau jadi taman disabilitas.
Janji revialitasi itu diucapkan Gubernur DKI saat meninjau pasar Taman Puring setelah kebakaran. Belum jelas nasib pasar Taman Puring, makin membuat pedagang resah dan terpukul batinnya, apalagi tempat usaha mereka habis terbakar.
Para pedagang masih menanti kepastian rencana revalitasi pasar Taman Puring, terutama mereka yang pindah sementara di lokasi lain. Andai pun Pemprov DKI ingin membuat taman disabilitas, pasar bisa berdampingan dimana letak pasar ada di atas taman. Inilah yang diharapkan pedagang.