Nasional

Dari Gaji untuk Keluarga, Tika Wujudkan Impian Ayah hingga Buka Lapangan Kerja

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 27/08/2026 15:22 WIB


Dari Gaji untuk Keluarga, Tika Wujudkan Impian Ayah hingga Buka Lapangan Kerja

Jakarta, INDONEWS.ID - Sebuah pekerjaan bagi Tika Wulandari bukan sekadar jalan untuk memperoleh penghasilan. Dari pekerjaannya sebagai Account Officer PNM Mekaar, perempuan asal Situbondo, Jawa Timur, itu perlahan mengubah penghasilannya menjadi sesuatu yang lebih besar: membantu ekonomi keluarga, mewujudkan impian sang ayah memiliki perahu sendiri, hingga membuka peluang kerja bagi puluhan orang.

Perjalanan tersebut bermula dari keluarga sederhana. Tika tumbuh di tengah keluarga nelayan dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Sang ayah selama bertahun-tahun bekerja mengikuti kapal milik orang lain dengan penghasilan yang tidak selalu menentu.

Sejak kecil, Tika terbiasa melihat langsung bagaimana orang tuanya berjuang memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, setelah menyelesaikan pendidikan SMK, ia memilih bekerja lebih dahulu. Keputusan tersebut diambil agar dapat membantu orang tua sekaligus tidak menambah beban keluarga.

Pada 2019, kesempatan itu datang ketika Tika bergabung dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai Account Officer Mekaar. Pekerjaannya kemudian mempertemukan Tika dengan ribuan cerita perjuangan ibu-ibu prasejahtera yang berusaha mempertahankan sekaligus mengembangkan usaha mereka. Dari sana, ia merasa memiliki kedekatan emosional dengan para nasabah.

“Yang saya bayangkan adalah saya seperti menolong ibu saya sendiri,” kata Tika.

Penghasilan yang Berubah Menjadi Harapan

Sedikit demi sedikit, Tika mulai menyisihkan penghasilannya untuk keluarga. Sepeda motor dibelinya untuk menunjang mobilitas dalam bekerja. Ia juga membantu sang ibu membeli sapi. Namun, ada satu impian yang terus teringat di benaknya: memberikan perahu sendiri kepada sang ayah.

Selama bertahun-tahun, ayah Tika harus melaut menggunakan kapal milik orang lain. Penghasilan yang diperoleh pun harus dibagi dan bergantung pada kondisi pekerjaan. Tekad itu akhirnya terwujud pada 2022. Tika berhasil membeli sebuah perahu untuk ayahnya.

Bagi keluarga Tika, perahu tersebut bukan sekadar benda atau alat kerja. Perahu itu menjadi simbol dari perjalanan panjang sebuah keluarga yang berusaha keluar dari keterbatasan. Lebih dari itu, manfaatnya ternyata tidak berhenti di lingkungan keluarga.

“Sekarang ada sekitar 20 hingga 25 orang yang bantu Ayah sebagai nelayan. Penghasilan yang awalnya untuk membantu keluarga ternyata menjadi modal yang membuka kesempatan mencari nafkah bagi orang lain,” ujar Tika.

Satu penghasilan kemudian menciptakan penghasilan lain. Apa yang awalnya diniatkan untuk membantu ayah, berkembang menjadi kesempatan bagi puluhan orang untuk bekerja.

Kisah Tika memperlihatkan bahwa dampak sebuah pekerjaan terkadang jauh lebih luas daripada yang terlihat dari besaran penghasilan. Bagi Tika, pekerjaannya sebagai Account Officer bukan hanya memberikan penghasilan bulanan. Pekerjaan tersebut memberinya ruang untuk bertumbuh sekaligus membantu keluarganya meningkatkan taraf hidup.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, pengalaman Tika sejalan dengan semangat pemberdayaan yang terus dibangun PNM. Menurut dia, pemberdayaan tidak hanya menyangkut nasabah, tetapi juga para insan PNM yang setiap hari berada di tengah masyarakat.

“Perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan tidak hanya dilakukan bersama nasabah, tetapi juga bersama Insan PNM yang setiap hari hadir mendampingi mereka. Banyak dari karyawan kami yang juga merupakan tulang punggung keluarga. Ketika mereka bertumbuh melalui pekerjaannya, ada keluarga yang ikut merasakan manfaatnya,” ujar Kindaris.

Menurut Kindaris, perjalanan Tika menjadi contoh bahwa manfaat sebuah pekerjaan dapat bergerak melampaui satu individu.

“Dari penghasilan yang diperoleh, Tika bisa membantu keluarga, mewujudkan impian orang tuanya, melanjutkan pendidikan, hingga membuka kesempatan bagi orang lain untuk bekerja. Inilah semangat yang ingin terus kami bangun di PNM untuk membersamai setiap perjuangan agar manfaatnya dapat tumbuh dari satu keluarga dan menjalar ke masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Pendidikan yang Sempat Tertunda

Perjalanan Tika tidak berhenti pada keberhasilannya membantu keluarga. Setelah bertahun-tahun bekerja, ia kembali berusaha mengejar pendidikan yang sempat tertunda. Pada 2022, Tika mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah. Kesempatan itu membuatnya dapat menempuh pendidikan tanpa harus kembali membebani orang tua. Di saat yang sama, ia tetap menjalankan pekerjaannya di PNM.

“Dari pekerjaan ini saya bisa membantu orang tua, bisa mewujudkan keinginan Bapak untuk punya perahu sendiri, dan sekarang saya juga bisa kuliah. Dulu saya tidak pernah membayangkan bisa sampai di titik ini,” tutur Tika.

Kalimat tersebut menggambarkan perjalanan yang tidak selalu mudah. Ada keputusan untuk bekerja setelah lulus sekolah, ada penghasilan yang harus dibagi untuk kebutuhan keluarga, dan ada impian pendidikan yang akhirnya kembali dikejar.

Kini, kehidupan keluarga Tika telah membawa cerita baru. Sang ayah memiliki perahu sendiri. Puluhan orang mendapatkan kesempatan bekerja sebagai nelayan. Sang ibu terbantu dalam mengembangkan aset keluarga. Sementara Tika dapat melanjutkan pendidikan sembari tetap bekerja. Semua itu bermula dari sebuah kesempatan sederhana untuk bekerja.

Kisah Tika sekaligus memperlihatkan bahwa pemberdayaan tidak selalu berjalan dalam garis lurus. Sebuah kesempatan dapat melahirkan kesempatan lain. Penghasilan seorang pekerja dapat menguatkan keluarga, kemudian berkembang menjadi modal usaha dan membuka sumber penghidupan bagi orang lain.

Bagi PNM, perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa pertumbuhan tidak seharusnya berhenti pada satu orang. Ketika seorang insan PNM memperoleh kesempatan untuk berkembang dan mampu mengubah hasil kerjanya menjadi manfaat bagi keluarga, dampaknya dapat bergerak lebih jauh—dari rumah, kepada orang tua, kemudian kepada masyarakat di sekitarnya.

Dan bagi Tika, semua itu bermula dari satu tekad sederhana: bekerja untuk membantu keluarga dan perlahan membangun kehidupan yang lebih baik.

Artikel Lainnya