Jakarta, INDONEWS.ID-- Pro dan kontra terkait rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjual sahan Piala Dunia kepada investor swasta belum berakhir.
UEFA paling di depan dalam upaya melawan rencana tersebut. Tidak hanya menolak rencana itu, UEFA bahkan sedang menyiapkan langkah hukum untuk membaha Infantino ke ranah pidana.
Rencana tersebut terungkap melalui dokumen hukum yang menyebut UEFA telah mengeluarkan surat panggilan kepada FIFA dan sejumlah lembaga keuangan di Amerika Serikat.
Langkah itu dilakukan untuk mendapatkan dokumen yang berkaitan dengan skema penjualan saham Piala Dunia.
Meski proses pengumpulan dokumen dilakukan di Amerika Serikat, tuntutan pidana yang direncanakan UEFA akan diajukan di Swiss.
Pasalnya, negara tersebut merupakan lokasi kantor pusat FIFA. Dalam dokumen hukum tersebut, dilansir Sky News, UEFA disebut sedang mempersiapkan tuntutan terhadap Infantino.
Selain Infantino, kemungkinan pejabat serta penasihat FIFA lainnya juga kena tuntutan UEFA.
UEFA menilai Infantino dan pejabat serta penasihat FIFA lainnya rencana penjualan saham sebagai tindakan kriminal.
Tulis UEFA dalam dokumen itu, "UEFA dan pihak-pihak terkait lainnya sedang bersiap untuk mengajukan tuntutan pidana di Swiss terhadap Infantino dan mungkin pejabat serta penasihat FIFA lainnya atas kesalahan pengelolaan kriminal berdasarkan Pasal 158 Kitab Undang-Undang Pidana Swiss.`
"Dan dakwaan lebih lanjut atau alternatif yang didukung oleh catatan fakta yang telah dikembangkan, yang timbul dari penataan, penilaian, pembiayaan, dan pemasaran rahasia suatu transaksi yang menimbulkan kerugian langsung dan nyata pada reputasi, wewenang tata kelola, dan hubungan komersial FIFA yang merugikan FIFA serta 211 anggotanya, termasuk 55 asosiasi anggota UEFA," bunyi pernyataan UEFA.
UEFA juga menyoroti dugaan upaya privatisasi sebagian aset Piala Dunia. Badan sepak bola Eropa itu menilai rencana tersebut dapat merugikan FIFA dan para anggotanya.
"Itu adalah sarana bagi Infantino dan lingkaran kecilnya untuk memperoleh saham tetap dan mengambil keuntungan dari aset FIFA yang paling berharga dengan mengorbankan FIFA, para anggotanya, dan pihak-pihak lain dalam keluarga sepak bola," kata UEFA.
Permasalahan ini menambah tekanan terhadap Infantino yang sebelumnya juga mendapat sorotan dari sejumlah asosiasi sepak bola Eropa terkait rencana tersebut.