indonews

indonews.id

Perselingkuhan Segitiga Dokter, Pabrik Susu dan Bidan Bikin ASI Makin Kempes

Perputaran uang untuk beli susu formula asupan bayi mencapai lebih Rp3 triliun per tahun. Jawa Barat (Jabar) paling rakus, disusul Jatim Sumut, Jateng, dan Banten.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very

Jakarta, INDONEWS.ID - Perputaran uang untuk beli susu formula asupan bayi mencapai lebih Rp3 triliun per tahun. Jawa Barat (Jabar) paling rakus, disusul Jatim Sumut, Jateng, dan Banten.

Pejuang ASI (air susu ibu-red) sudah jengkel setengah mati. Asupan terbaik buat generasi anak bangsa dirusak pemasaran yang tidak sehat.

Selain menguras tabungan rakyat, juga mengancam kesehatan generasi mendatang. Seorang ibu muda di Bandung bernama Tisa Tica (33) menghabiskan Rp2 juta rupiah untuk beli susu formula untuk asupan bayinya yang baru berusia tujuh bulan.

"Biaya susu formula tinggi banget, 800 gram habis dalam sepekan," katanya.

Ketua Umum Ikatan Bidan Seluruh Indonesia, Emi Nurjasmi dan Basarah Yanuarso selaku Ketua Dokter Anak (IDAI), dikonfirmasi masalah ini memberikan keterangan.

Kata Basarah, bisa jadi dokter itu tidak sadar dan terjebak. Sebab industri susu formula sekarang canggih sekali. Siapapun bisa jadi influencer produk mereka.

Emi lebih tegas mengatakan pihaknya segera mengambil langkah pembinaan, teguran lisan tertulis sampai rekomendasi pencabutan ijin praktek.

Pasal 200, UU No. 26 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyebutkan, apabila ada pihak yang sengaja menghalangi program pemberian ASI eksklusif, dipidana penjara paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Yang utama, ibu yang jarang menyusui bayinya akan gampang terserang penyakit kanker payudara dan bayi yang tidak diberi ASI ekslusif akan mudah terserang berbagai penyakit degeneratif. Catatan suara.*(Zaenal).

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas