indonews

indonews.id

Trump Tolak Syarat Damai Iran: Sama Sekali Tidak Dapat Diterima!

Donald Trump menolak mentah-mentah syarat yang diajukan Iran terkait upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah. Trump menegaskan proposal balasan dari Teheran tidak bisa diterima oleh Amerika Serikat.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Donald Trump menolak mentah-mentah syarat yang diajukan Iran terkait upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah. Trump menegaskan proposal balasan dari Teheran tidak bisa diterima oleh Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social setelah membaca tanggapan Iran atas proposal damai terbaru dari AS.

“Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut ‘Perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya — SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!” tulis Trump seperti dikutip AFP.

Sebelumnya, Iran dilaporkan merespons proposal damai AS dengan sejumlah syarat, termasuk peringatan bahwa Teheran tidak akan ragu membalas serangan Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz.

Media pemerintah Iran, IRIB, menyebut fokus utama proposal Teheran adalah penghentian perang di seluruh lini konflik, terutama di Lebanon.

Sementara laporan The Wall Street Journal menyebut Iran kemungkinan menawarkan skema pengenceran sebagian uranium yang diperkaya tinggi, sementara sisanya dipindahkan ke negara ketiga.

Melalui Pakistan yang bertindak sebagai mediator, Iran juga meminta jaminan bahwa uranium yang dipindahkan akan dikembalikan apabila negosiasi gagal atau AS keluar dari kesepakatan.

Di tengah tensi diplomatik tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan tunduk terhadap tekanan Amerika Serikat.

“Kami tidak akan pernah tunduk kepada musuh, dan jika ada pembicaraan tentang dialog atau negosiasi, itu tidak berarti menyerah atau mundur,” tulis Pezeshkian di platform X.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan konflik belum akan berakhir sampai program nuklir Iran benar-benar dibongkar.

“Ini belum berakhir, karena masih ada material nuklir yang harus dikeluarkan dari Iran. Masih ada lokasi pengayaan yang harus dibongkar,” kata Netanyahu dalam wawancara terbaru.

Netanyahu juga mengklaim Trump memiliki pandangan yang sama terkait perlunya memindahkan uranium Iran demi menghentikan ancaman nuklir di kawasan Timur Tengah.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas