indonews

indonews.id

Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Tiga Kasus Korupsi, Perkara Resmi Dilimpahkan ke Kejagung

Tumpukan emas batangan seberat 74 kilogram, koper berisi valuta asing miliaran rupiah, hingga uang tunai dalam berbagai mata uang menjadi temuan mencolok dalam rangkaian penggeledahan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Tumpukan emas batangan seberat 74 kilogram, koper berisi valuta asing miliaran rupiah, hingga uang tunai dalam berbagai mata uang menjadi temuan mencolok dalam rangkaian penggeledahan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri.

Deretan barang bukti tersebut kini menjadi bagian dari tiga perkara dugaan korupsi besar yang resmi dilimpahkan ke Kejaksaan Agung untuk diproses lebih lanjut.

Pelaksana Tugas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Plt Jampidsus) Rudi Margono membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan tiga perkara dugaan korupsi dari Kortas Tipikor Polri. Ketiga perkara tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel.

Margono menyampaikan dalam perkara tersebut penyidik telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni seorang pihak swasta dan seorang tersangka berinisial F.

"Informasinya sudah ditetapkan dua tersangka, yaitu swasta yang kedua adalah berinisial F," kata Margono di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2026).

Tiga kasus itu merupakan dugaan korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel. Sebelumnya, penyidik melakukan penggeledahan di money changer dan Cafe de`Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, serta sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa emas batangan, uang tunai, dan valuta asing (valas) senilai miliaran rupiah.

Berikut daftar barang bukti yang diamankan polisi dari 12 lokasi penggeledahan:

Hasil Penggeledahan di Rumah Mewah Sentul

  1. 74 kg emas batangan

  2. USD 4.767.300

  3. SGD 14.083.800

  4. Rp100.000.000

  5. Foto keluarga dua bingkai

Hasil Penggeledahan di Money Changer Cipete

  1. Rp4.462.365.000

  2. USD84.356

  3. SAR17.595

  4. SGD83.394

  5. THB33.100

  6. TRY4.020

  7. CNY1.223

  8. JPY152.000

  9. RM212

  10. INR1.600

  11. AED640

  12. KRW61.000

  13. GBP40

  14. BND10

  15. VND150

  16. NZD100

Hasil Penggeledahan di Cafe de`Clan Cipete

  1. SGD3.130.000 dalam pecahan 100 SGD

  2. USD889.965

  3. Rp259.159.000

Hasil Penggeledahan di Rumah Cilandak

  1. Rp520.000.000

  2. USD133.000

Rentetan penggeledahan itu berkaitan dengan tiga kasus dugaan korupsi. Kepala Kortas Tipikor Polri Irjen Totok Suharyanto menyebutkan pengusutan ketiga perkara dilakukan melalui skema joint investigation bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Atensi Presiden

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan pengusutan dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi atensi langsung Presiden Prabowo Subianto.

"Ini merupakan atensi Bapak Presiden. Dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari dan mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," kata Budi Hermanto seusai penggeledahan di Cafe de`Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).

Budi mengatakan penggeledahan merupakan bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara di PLN yang diduga memicu blackout di Sumatra beberapa waktu lalu, dugaan mega korupsi ASABRI, serta dugaan korupsi di Krakatau Steel. Penyidikan mencakup dugaan tindak pidana suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de`Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," ujarnya.

Lead tersebut dibuat lebih naratif dan menggugah pembaca, tetapi setelah paragraf pembuka alur berita kembali menggunakan pola hard news sehingga tetap sesuai dengan gaya pemberitaan media arus utama.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas