indonews

indonews.id

Tragedi Pantura Indramayu! Perjalanan Pulang Berubah Jadi Duka: 12 Orang Meninggal

Minggu siang itu seharusnya menjadi perjalanan pulang yang penuh cerita. Rombongan warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, baru saja mengantar hantaran pernikahan ke Desa Parean.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

 

Jakarta, INDONEWS.ID – Minggu siang itu seharusnya menjadi perjalanan pulang yang penuh cerita. Rombongan warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, baru saja mengantar hantaran pernikahan ke Desa Parean.

Mereka pulang bersama, sebagian duduk di bak terbuka sebuah pikap Daihatsu GranMax. Tak ada yang menyangka, beberapa kilometer kemudian, perjalanan itu berubah menjadi salah satu kecelakaan paling mematikan di Jalur Pantura Indramayu tahun ini.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Minggu (12/7). Sebanyak 12 orang meninggal dunia setelah pikap yang mereka tumpangi terlibat tabrakan beruntun dengan dua truk tronton.

Menurut informasi kepolisian, pikap bernomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan Warkidi membawa 17 penumpang di bak belakang. Rombongan tersebut dalam perjalanan kembali ke Desa Cempeh setelah menghadiri prosesi hantaran pengantin.

Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan itu berhenti di lajur kanan dan bersiap berputar arah melalui bukaan median jalan. Di saat bersamaan, sebuah truk Hino Wing Box bernomor polisi B 9260 TEV melaju dari arah yang sama.

Benturan tidak dapat dihindari. Truk menghantam bagian belakang pikap hingga kendaraan ringan itu terdorong masuk ke jalur berlawanan. Dalam hitungan detik, sebuah truk tronton tanpa bak bernomor polisi E 8846 BA yang datang dari arah berlawanan kembali menghantam pikap tersebut.

Dua benturan berturut-turut membuat kendaraan ringsek. Para penumpang yang berada di bak terbuka terpental ke badan jalan.

Warga sekitar menjadi orang pertama yang berlari menuju lokasi. Mereka bersama personel Satlantas Polres Indramayu berupaya mengevakuasi korban yang bergelimpangan di jalan sebelum ambulans berdatangan membawa mereka ke sejumlah rumah sakit.

Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat mengatakan korban meninggal dunia mencapai 12 orang, termasuk pengemudi pikap.

"Total korban meninggal dunia dipastikan sebanyak 12 orang. Tiga korban meninggal di tempat kejadian. Empat korban meninggal saat dievakuasi ke RS Mitra Plumbon Widasari, sedangkan lima korban lainnya meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di RS Bhayangkara Losarang," kata Undang, Senin (13/7).

Seluruh korban tewas merupakan pengemudi dan penumpang pikap. Delapan di antaranya diketahui merupakan warga Blok Cemeti, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.

Sementara itu, lima penumpang lainnya selamat meski mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Hingga Senin, penyelidikan penyebab kecelakaan masih berlangsung. Satlantas Polres Indramayu bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat melakukan olah tempat kejadian perkara menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA) untuk merekonstruksi peristiwa secara ilmiah.

Polisi juga telah mengamankan kedua sopir truk yang terlibat guna dimintai keterangan. Peristiwa ini kembali mengingatkan tingginya risiko penggunaan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut penumpang, terutama di jalur Pantura yang dikenal padat dengan lalu lintas kendaraan berat.

Di balik angka korban, ada belasan keluarga yang pulang tanpa anggota keluarganya. Sebuah perjalanan yang semula diniatkan mengantar kebahagiaan, justru berakhir menjadi duka mendalam bagi satu kampung di Indramayu.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas