Budaya

Perempuan Kawanua Diskusi Cara Cerdas Menggunakan Media Sosial

Oleh : very - Rabu, 13/12/2017 19:25 WIB

Kerukunan Keluarga Kawanua” menggelar diskusi bertajuk “Perempuan Kawanua dan Medsos”, di Kampus Ungu, atau Universitas AMI, Jalan Pacuan Kuda, Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (13/12/2017). (Foto: Dea)

Jakarta, INDONEWS.ID - Teknologi saat ini berkembang sangat cepat. Kemajuan teknologi itu juga terjadi dalam dunia informasi, dengan internet sebagai sarana penyebarannya.

Informasi tersebut masuk melalui berbagai media sosial, yang bisa dengan mudah diakses masyarakat. Masyarakat bisa dengan gampang mendapat informasi atau berita penting.

Namun, ternyata, bukan informasi penting dan berguna saja yang disebarkan melalui media sosial. Bahkan, media sosial dijejali berbagai berita bohong alias hoax dan berbau SARA. Pertarungan di Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu menjadi contoh paling nyata dari masifnya penyebaran berita bohong dan bernuansa SARA tersebut.

Jika ini terus dibiarkan maka media sosial akan membawa dampak yang merusak masyarakat, bangsa dan negara.

Prihatin oleh kondisi tersebut, “Kerukunan Keluarga Kawanua” menggelar diskusi bertajuk “Perempuan Kawanua dan Medsos”, di Kampus Ungu, atau Universitas AMI, Jalan Pacuan Kuda, Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (13/12/2017).

Diskusi menampilkan narasumber yaitu aktris senior yang juga perempuan Sulawesi, Rima Melati, Direktur Pemberdayaan Industri Informatika, Kemkominfo Septriana Tangkary, dan Ketua Umum KKK/Ketua YLPG Angelica Tengker.

Rima pada kesempatan itu menceritakan kehidupan pribadinya dan penyakit yang dideritanya. Perjuangannya mengatasi penyakit merupakan motivasi yang sangat berharga bagi peserta diskusi.

Septriana memaparkan perkembangan internet di seluruh daerah di Indonesia. Internet saat ini sudah memasuki pelosok tanah air.

Menurutnya, internet telah mengubah anak-anak zaman now menjadi lebih cerdas. Dia mencontohkan seorang anak dari Surabaya yang berhasil menjual tas anticopet melalui media sosial.

Walau demkian, Septriana tetap meminta masyarakat untuk hati-hati menggunakan media sosial. Pasalnya, informasi yang disebarkan belum tentu benar.

“Kita meminta masyarakat untuk tetap hati-hati dalam menggunakan Facebook dimana banyak sekali modus penipuan. Salah satunya para pelaku menggunakan identitasnya sebagai perempuan, namun ternyata laki-laki, untuk memancing korban,” ujarnya.

(Ketua Umum GK Ladies Lana Koenjoro (kiri) bersama Rima Melati. Foto: Dea)

Septriana juga mewanti-wanti para ibu agar selalu mengontrol anak mereka. Pasalnya, banyak konten porno yang disebar melalui media sosial.

“Banyak pornografi melalui sisipan lagu-lagu nasional. Karena itu kita harus hati-hati mengontrol anak-anak saat mengakses internet,” ujarnya.

Ditemui redaksi, Ketua Umum GK Ladies Lana Koenjoro mengatakan media sosial dan internet bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi bermanfaat, tetapi di sisi lain juga bisa mendatangkan hal negatif.

Lana mengungkapkan salah satu hal negatif itu yakni pemborosan keuangan. “Kebanyakan keluarga hanya mementingkan sisi untuk kebutuhan utama yang praktis, namun mereka tidak melihat akibatnya yaitu adanya pemborosan dana mereka berupa tagihan kartu kredit yang membengkak dan kurang dana mereka di ATM,” ujarnya.

Karena itu, GK Ladies, kata Lana, sedang aktif melakukan sosialisasi kepada para ibu di beberapa wilayah, khususnya di Bandung dan Yogyakarta. “Ini dilakukan agar para ibu rumah tangga bisa menyadari dampak negatif penggunaan internet dan media sosial,” pungkasnya. (Dea)

Artikel Terkait