Profile

Prajurit TNI Agus Prayogo, Atlet Lari Asian Games 2018

Oleh : luska - Senin, 30/07/2018 01:04 WIB

Prajurit TNI Agus Prayogo, Atlet Lari Asian Games 2018

Jakarta, INDONEWS.ID - Sebagai atlet lari, nama Agus Prayogo telah berhasil meraih lima medali emas SEA Games, lima rekor nasional, serta lima medali di ajang PON dan kini Paryogo siap berlaga di Asian Games.

Pria yang lahir di Bogor 33 tahun silam ini dilantik menjadi Perwira dan berpangkat Letnan Dua Infanteri (Letda Inf) pada hari ini, Jumat (27/7/2018). Setelah mengikuti rangkaian Prasetya Perwira (Praspa), Agus langsung dilantik oleh KASAD Jenderal TNI Mulyono di Secapa AD.

Berikut cerita atlet lari SEA Games yang menghantarkannya menjadi Prajurit TNI :

Tahun 1995 ketika itu berumur 10 Tahun, saya tinggal di Magelang, kebetulan di kampung saya ada klub lari. Di kampung saya itu kan musiman, musimnya main bola ya main bola, musimnya layangan ya main layangan. Karena waktu itu senang lari, saya tidak sengaja ikut teman-teman untuk ikut lari (klub red), hal tersebut terus berlanjut ketika ada Porseni tingkat SD di Magelang saya berkesempatan mewakili sekolah dan syukur saya jadi juara.

Saya mulai terpikir menjadi atlet profesional ketika mengenyam pendidikan di SMP. Ketika itu, saya diberitahu oleh pelatih di Magelang bahwasannya di Salatiga ada beberapa klub lari yang atletnya berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Akhirnya saya memutuskan untuk hijrah ke Salatiga untuk bergabung ke klub lari tersebut. Dan saya fokus menjadi atlet lari.

Yang saya rasakan berat adalah ketika saya harus meninggalkan keluarga, teman-teman bermain di masa kecil, dan harus pindah ke lingkungan yang baru.

Tekad dan keinginan Agus untuk menjadi pelari hebat tak pernah padam dalam dirinya. Usaha dan pengorbanan Agus selama meniti karier ingin ia wujudkan dengan sebuah keberhasilan. Meski di tengah persimpangan pilihan, Agus berhasil menjalani pendidikannya dan karir atletnya dengan baik.

Saya memutuskan untuk fokus ke sekolah atau saya fokus ke dunia lari tapi harus jadi atlet. Jadi saya enggak pernah berfikiran untuk berhenti sebelum berhasil.

Niat dan tekadnya terus dipupuk, terlebih saat dirinya direkrut menjadi prajurit TNI AD dengan pangkat Sersan Dua pada tahun 2008, mental dan fisik serta karakternya semakin tertempa. Karirnya di TNI AD, tidak menjadi halangan untuk berprestasi,

Baginya, menjadi prajurit TNI AD adalah pilihan yang tepat, karena menurutnya selama ini tidak pernah ada hambatan dari institusi dan justru disupport secara maksimal serta dalam berbagai prestasi yang diraihnya senantiasa mendapatkan apresiasi dari Kasad.

Pada even Sea Games 2015 di Singapura, saya mendapatkan medali emas dan perak, atas prestasi tersebut Kasad menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Serka, sehingga saya naik pangkat tiga periode lebih cepat dibanding rekan seangkatan.

Satuan saya selalu memberikan dorongan semangat untuk senantiasa memacu diri dan memberikan yang terbaik. Seperti pada SEA Games 2009, meski tidak menjadi unggulan dan tidak ditargetkan medali karena belum pernah menjadi juara PON atau nasional, dengan kebulatan tekad untuk membayar kepercayaan pimpinan dan rakyat Indonesia, akhirnya berhasil memberikan kejutan dengan mempersembahkan emas bagi Indonesia.

Yang pasti saya sangat berterimakasih ya, saya sangat bangga menjadi prajurit TNI AD, apalagi atas pencapaian selama ini saya diberikan peluang mengikuti pendidikan Perwira, saya juga diberikan kesempatan untuk terus fokus berlatih untuk menuju ke Asian Games.

Artikel Terkait