Daerah

Tingkatkan Pendapatan, Petani di Madura Tanam Jagung Hibrida

Oleh : Syailendra - Jum'at, 08/03/2019 18:01 WIB

Petani Panen Jagung. (Foto: Istimewa)

Madura, Indonews.id - Petani jagung mengubah di Pamekasan Madura, Jawa Timur kini beraslih menanam jagung hibrida. Keputusan untuk beralih menanam jagung hibrida tujuannya untuk meningkatkan produktifitas dan tentunya menambah penghasilan. Saat ini, di Pamekasan, hampir 90 persen petani telah menggunakan benih jagung hibrida untuk tanam swadaya maupun program pemerintah.

Jagung hibrida diakui memiliki produktivitas tinggi mencapai 8 ton pipilan kering per hektare. Jauh di atas lokal yang hanya 2 – 3 ton pipilan kering per hektare (ha).

Di sela acara tanam jagung perdana di Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Moh Ismail Wahab menyampaikan apresiasinya kepada para petani.

“Bayangkan, jika harga sekarang Rp 3.500 per kg pipilan kering, maka keuntungan petani bisa mencapai Rp 20 jutaan. Jagung ini mudah dijual ke peternak, ga usah pusing mikirin pasar,” kata Ismail.  Bahkan menurutnya, di bulan Maret ini, petani akan tanam seluas 1.120 hektare dengan benih bantuan pemerintah.

Loading...

Senada dengan Ismail, Adi, Ketua Gapoktan Sejahtera Bersama mengaku senang dengan adanya bantuan benih jagung hibrida. “Kami petani sangat terbantu dan senang dengan perhatian pemerintah. Harga juga stabil sampai sekarang, bahkan pernah mencapai harga Rp 4.500 per kg pipilan kering. Jual jagung juga mudah, bisa ke pengepul atau jual langsung ke peternak,” ungkap Adi.

Saat ini pertanaman jagung di Pamekasan belum dapat dilakukan terus – menerus karena masih tergantung pada hujan. Saat masuk musim kemarau, kebanyakan petani menanam tembakau, namun di wilayah yang tersedia air, mereka bisa tanam jagung kembali.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Lisa Widyawati menyampaikan bahwa pertanaman terbesar di bulan Oktober.

“Program bantuan benih jagung hibrida kita bagi dalam dua waktu tanam yaitu Maret dan Oktober. Biasanya setelah tanam tembakau, petani kembali tanam jagung. Alhamdulillah, setiap musim tanam petaninya dapat bantuan benih,” tambahnya.

Bantuan benih jagung hibrida oleh pemerintah sangat membantu petani mengurangi biaya produksi saat masuk musim tanam. Dengan harga jagung stabil seperti saat ini, petani diuntungkan dan makin bersemangat bertanam jagung.

Artikel Terkait