Nasional

Wapres Usulkan Mamuju Jadi Ibu Kota, BNPB : Wilayah Ini Rawan Bencana

Oleh : Ronald T - Rabu, 01/05/2019 05:14 WIB

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menilai wilayah Mamuju, Sulawesi Barat tak cocok menjadi Ibu Kota karena dianggap sebagai kawasan rawan bencana gempa.

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah berencana memindahkan Ibu Kota ke luar Pulau Jawa. Dalam rapat terbatas yang di pimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo terkait pemindahan Ibu Kota, Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat mengusulkan wilayah Mamuju, Sulawesi Barat sebagai kawasan Ibu Kota yang baru.

Pemilihan Mamuju oleh Wapres Jusuf Kalla karena menurutnya Sulawesi merupakan daerah yang relatif aman dari bencana.

Namun, kata dia, tak ada lahan kosong di Sulawesi. Sebab, dibutuhkan sekitar 60 ribu hektare lahan kosong untuk membangun pusat pemerintahan.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai wilayah Mamuju, Sulawesi Barat tak cocok menjadi Ibu Kota karena dianggap sebagai kawasan rawan bencana gempa.

"Kalau dari kebencanaan Mamuju berbahaya. Mamuju itu dikelilingi oleh sesar-sesar (patahan) yang dapat menimbulkan gempa," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (30/4/2019).

Sutopo menjelaskan patahan atau sesar yang ada di wilayah Mamuju antara lain sesar makasaar trans, sesar palu koro, sesar poso, sesar matano, sesar lawanopo, dan sesar walanae. Sutopo pun khawatir dengan kondisi geologis Mamuju.

"Tentu kalau kita melihat tatanan geologis di sana, ketika terlepas energinya kemudian gempa. Apalagi pusat gempanya di sana pasti akan dapat merusak wilayah Mamuju," terangnya.

Selain gempa, Sutopo menyebut Mamuju juga merupakan daerah rawan banjir dan longsor. Terakhir, banjir cukup besar melanda Mamuju pada Maret 2018.

"Ribuan masyarakat terdampak, ribuan rumah terendam banjir. Artinya daerah tersebut tidak aman," ungkapnya.

Meskipun Mamuju memang aman dari tsunami dan erupsi gunung berapi. Tapi, itu saja dinilai belum cukup bagi sebuah kawasan yang akan menyandang status sebagai Ibu Kota.(rnl)
 

Artikel Terkait