Nasional

Kolaborasi Dengan Importir, Petani Bawang Putih Minahasa Raup Untung

Oleh : tirto prima putra - Jum'at, 17/05/2019 16:58 WIB

MINAHASA - Petani di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara berhasil mendapat keuntungan dari program kerjasama budidaya bawang putih bersama importir. Program ini digagas Kementerian Pertanian dalam rangka mewujudkan swasembada bawang putih tahun 2021. 

“Ada investor ke Desa kami mensosialisasikan program kerjasama budidaya bawang putih, saya tertarik. Kemudian saya bersama kelompok bergabung ikut sosialisasi, karena sering hadir dalam sosialisasi saya dianggap serius untuk jalin kerjasama”, kata Like Anake Malonda, salah satu petani bawang putih yang mengikuti program kolaborasi, Jumat (17/5).

Awalnya dimulai dari kemitraan yang dibangun dengan pihak importir yang menawarkan kerjasama budidaya bawang putih. Like menilai budidaya bawang putih di Minsel memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan, dan memang sudah sejak lama tertarik dengan hortikultura. Dirinya bersama petani lain membentuk kelompok tanam wortel, batang bawang, tomat, kentang dan khususnya bawang putih. Setelah sosialisasi, Like menghitung-hitung perkiraan hasil yang akan didapat. Menurutnya lumayan dan akan sangat menguntungkan. Petani dapat 70 persen, 30 persennya untuk investor. Dengan hitungan ini ia sepakat menjalin kerjasama.

Like juga merupakan Ketua Kelompok Tani Jaya asal Desa Pinasungkulan Utara, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minsel. Sebagai ketua kelompok tani, Like memiliki lahan seluas 5 hektar. Tiga hektar untuk tanaman sayuran lain dan 2 hektar lagi untuk budidaya khusus bawang putih. Dari hasil panen yang baru saja didapat, Like mampu meraup keuntungan lumayan besar.

Sebagian dari hasil panen yang menjadi haknya dijadikan bibit untuk pengembangan budidaya bawang putih selanjutnya. Rumahnya pun dijadikan lokasi penangkaran bibit. “Karena bibit sekarang kan sedikit, hasil panen mau saya jadikan bibit yang banyak karena ke depannya ingin jadi penangkar”, ungkap Like.

Kecintaan dan tekad yang kuat pada bawang putih membawa Like meraih penghargaan Juara Pertama dari Kementerian Pertanian sebagai Petani Berprestasi Komoditas Bawang Putih Tahun 2019. Menurut dia keberhasilan ini bukan semata keberhasilan pribadi tapi keberhasilan bersama kelompok tani.

Untuk itu dia berharap ke depannya pemerintah tetap membantu petani seperti yang selama ini sudah dilakukan. “Kerjasama dengan investor terbatas, jadi kalau bisa pemerintah tetap ada bantuan seperti yang sudah kami terima selama ini, seperti bibit, pupuk,alcon dan cultivator. Sebagai ketua kelompok saya tidak ingin monopoli dan maju sendiri tapi semua petani di kelompok kami harus bisa maju”, ujar Like berharap.

Saat meninjau pertanaman bawang putih di Minsel, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri mengatakan selama ini pemerintah melalui Kementan memang terus memberikan berbagai bantuan kepada petani untuk meningkatkan produktifitas hasil tani. “Sinergi antara pemerintah dan petani sudah berjalan optimal. Kementan berkomitmen menjaga amanah yang diberikan masyarakat. Selama 4,5 tahun pemerintahan Jokowi-JK, pemerintah terus berupaya mengangkat derajat para petani. Kementan maksimalkan bantuan dan anggaran," ujar Kuntoro.

MINAHASA - Petani di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara berhasil mendapat keuntungan dari program kerjasama budidaya bawang putih bersama importir. Program ini digagas Kementerian Pertanian dalam rangka mewujudkan swasembada bawang putih tahun 2021. 

“Ada investor ke Desa kami mensosialisasikan program kerjasama budidaya bawang putih, saya tertarik. Kemudian saya bersama kelompok bergabung ikut sosialisasi, karena sering hadir dalam sosialisasi saya dianggap serius untuk jalin kerjasama”, kata Like Anake Malonda, salah satu petani bawang putih yang mengikuti program kolaborasi, Jumat (17/5).

Awalnya dimulai dari kemitraan yang dibangun dengan pihak importir yang menawarkan kerjasama budidaya bawang putih. Like menilai budidaya bawang putih di Minsel memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan, dan memang sudah sejak lama tertarik dengan hortikultura. Dirinya bersama petani lain membentuk kelompok tanam wortel, batang bawang, tomat, kentang dan khususnya bawang putih. Setelah sosialisasi, Like menghitung-hitung perkiraan hasil yang akan didapat. Menurutnya lumayan dan akan sangat menguntungkan. Petani dapat 70 persen, 30 persennya untuk investor. Dengan hitungan ini ia sepakat menjalin kerjasama.

Like juga merupakan Ketua Kelompok Tani Jaya asal Desa Pinasungkulan Utara, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minsel. Sebagai ketua kelompok tani, Like memiliki lahan seluas 5 hektar. Tiga hektar untuk tanaman sayuran lain dan 2 hektar lagi untuk budidaya khusus bawang putih. Dari hasil panen yang baru saja didapat, Like mampu meraup keuntungan lumayan besar.

Sebagian dari hasil panen yang menjadi haknya dijadikan bibit untuk pengembangan budidaya bawang putih selanjutnya. Rumahnya pun dijadikan lokasi penangkaran bibit. “Karena bibit sekarang kan sedikit, hasil panen mau saya jadikan bibit yang banyak karena ke depannya ingin jadi penangkar”, ungkap Like.

Kecintaan dan tekad yang kuat pada bawang putih membawa Like meraih penghargaan Juara Pertama dari Kementerian Pertanian sebagai Petani Berprestasi Komoditas Bawang Putih Tahun 2019. Menurut dia keberhasilan ini bukan semata keberhasilan pribadi tapi keberhasilan bersama kelompok tani.

Untuk itu dia berharap ke depannya pemerintah tetap membantu petani seperti yang selama ini sudah dilakukan. “Kerjasama dengan investor terbatas, jadi kalau bisa pemerintah tetap ada bantuan seperti yang sudah kami terima selama ini, seperti bibit, pupuk,alcon dan cultivator. Sebagai ketua kelompok saya tidak ingin monopoli dan maju sendiri tapi semua petani di kelompok kami harus bisa maju”, ujar Like berharap.

Saat meninjau pertanaman bawang putih di Minsel, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri mengatakan selama ini pemerintah melalui Kementan memang terus memberikan berbagai bantuan kepada petani untuk meningkatkan produktifitas hasil tani. “Sinergi antara pemerintah dan petani sudah berjalan optimal. Kementan berkomitmen menjaga amanah yang diberikan masyarakat. Selama 4,5 tahun pemerintahan Jokowi-JK, pemerintah terus berupaya mengangkat derajat para petani. Kementan maksimalkan bantuan dan anggaran," ujar Kuntoro.

Artikel Terkait