Nasional

Menteri PUPR Akan Ubah Desain Rest Area Di Jalan Tol Antar Kota

Oleh : Ronald Tanoso - Rabu, 12/06/2019 21:55 WIB

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, banyak rest area pada ruas jalan tol antar kota yang posisinya terlalu dekat dengan pinggir jalan utama. Hal inilah yang dinilai kerap menimbulkan kemacetan.

Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berencana akan mengubah desain tempat parkir di tempat peristirahatan guna mengakomodasi pemudik yang ingin beristirahat di sela perjalanan mudik atau balik. Hal ini disampaikannya saat membahas evaluasi kecukupan tempat istirahat atau (rest area).

“Kami evaluasi desain untuk parkir lebih disiapkan khusus, tidak menyebar di semua ruang rest area. Perilaku pengendara umumnya misalnya jika ingin ke toilet, maka parkirnya juga harus dekat dengan toilet sehingga menumpuk. Untuk itu akan kami coba atur agar parkir kendaraan di rest area agak jauh dari pertokoan sehingga lebih teratur,” kata Basuki dalam keterangan tertulis, yang diterima pada Rabu, (12/6/2019).

Menurut Basuki, banyak rest area pada ruas jalan tol antar kota yang posisinya terlalu dekat dengan pinggir jalan utama. Hal inilah yang dinilai kerap menimbulkan kemacetan.

Dirinya juga menyebutkan jika Kementeriannya akan coba mengevaluasi rest area yang saat ini berada persis di pinggir jalan tol. Karena, menurut Menteri Basuki, akan lebih baik jika desainnya menjorok ke dalam, terutama untuk jalan tol antar kota yang masih memungkinkan ketersediaan lahannya. 

"Terlebih dengan rencana Kementerian Perhubungan yang akan memanfaatkan rest area sebagai `terminal tol`, maka dibutuhkan desain khusus agar tidak menimbulkan kemacetan,” ujar Basuki.

Dia juga mengatakan dibutuhkan dukungan perilaku pengendara dalam menggunakan rest area sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan.

"Seberapa pun banyaknya rest area, tidak akan cukup dengan kondisi eksisting yang seperti ini," ujarnya.

Sebagai ilustrasi, kata dia, rest area di Palimanan dan Kalikangkung, kondisi normal menampung 17 ribu kendaraan. Namun pada saat mudik kemarin naik empat kali lipat jadi 68 ribu kendaraan. Penerapan kebijakan satu arah yang memungkinkan penggunaan rest area di kedua sisi, juga tidak bisa menampung seluruhnya pemudik ingin masuk rest area.

Menurut Basuki, arus balik memang lebih padat dibandingkan dengan arus mudik. Hal itu karena waktu libur untuk arus balik yang sempit, sehingga banyak pemudik kembali di waktu yang hampir bersamaan.

"Pada saat mudik arus lalu lintas dari satu titik yakni Jakarta menyebar ke berbagai daerah seperti halnya irigasi. Tetapi pada arus balik, lalu lintas seperti drainase, dari beberapa titik menuju ke satu titik kembali ke Jakarta dan pada waktu hampir bersamaan sehingga manajemen waktunya ketat sekali," kata Basuki.

Basuki juga mengatakan kondisi prasarana jalan baik jalan tol maupun jalan nasional relatif baik dan tidak mengalami masalah. "Kalau di bidang PUPR, kesiapan prasarana jalan tol dan jalan nasional baik yang di Pulau Sumatera maupun Pulau Jawa, Alhamdulillah tidak ada masalah,” tandasnya. (rnl)

 

Artikel Terkait