Nasional

Sambangi Asrama Mahasiswa Papua Di Surabaya, Rombongan Fadli Zon Ditolak Masuk

Oleh : Ronald T - Rabu, 21/08/2019 22:31 WIB

Rombongan anggota DPR bersama sejumlah anggota DPR RI dari daerah pemilihan Papua Barat ditolak mahasiswa penghuni Asrama Mahasiswa Papua (AMP), di Jalan Kalasan, Surabaya, Rabu, (21/8/2019). (Foto : istimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID - Rombongan anggota DPR bersama sejumlah anggota DPR RI dari daerah pemilihan Papua Barat ditolak mahasiswa penghuni Asrama Mahasiswa Papua (AMP), di Jalan Kalasan, Surabaya, Rabu, (21/8/2019). Tak satu pun bersedia menemui wakil rakyat.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon bersama dengan rombongan yang diantaranya ada Jimmy Damianus Ijie (Dapil Papua Barat), Willem Wandik (Dapil Papua), Michael Wattimena (Dapil Papua Barat), dan Steven Abraham (Dapil Papua) mencoba untuk menemui para mahasiswa. 

Namun, apa daya, kehadiran mereka hanya disambut dengan spanduk putih bertuliskan `Siapa pun yang datang kami tolak` yang terpasang di pagar asrama. Usaha wakil rakyat sia-sia karena sapaan yang dilemparkan dari luar pagar tak berbalas. 

Tidak berlangsung lama, Fadli cs dan rombongan hanya bertahan sebentar di lokasi itu. Mereka memutuskan meninggalkan AMP setelah 10 menit menunggu.
 
"Kami datang ke sini sebenarnya ingin mendengarkan langsung apa yang sesungguhnya terjadi," kata Fadli Zon, kepada awak media saat ditemui di depan AMP di Surabaya.

Loading...

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengklaim sangat memperhatikan kasus ini. Ia dan legislator lain ingin mendengar langsung pendorong kerusuhan di Surabaya, Malang, Papua, dan Papua Barat.
 
"Bukan dari informasi yang berseliweran di media atau media sosial. Makanya kami datang ke sini," ujar Fadli.
 
Sementara itu, Politikus PDI Perjuangan Jimmy Demianus Ijie yang juga ikut dalam rombongan ini memahami penolakan mahasiswa Papua di Surabaya.

Jimmy mengatakan akan terus berusaha menemui mahasiswa Papua. Meskipun harus dengan melakukan pendekatan secara adat.

"Hari ini bukan berarti gagal, tapi hanya kesempatan yang tertunda. Mungkin kami datang secara tiba-tiba tanpa didahului proses adat. Mohon maaf kami kembali dulu ke Jakarta, nanti ke sini lagi," tandasnya. (rnl)

Artikel Terkait