Nasional

Bahtiar Effendy Meninggal Dunia, Muhammadiyah Berduka

Oleh : Ronald T - Kamis, 21/11/2019 09:37 WIB

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtiar Effendy. (Foto : Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtiar Effendy meninggal dunia pada Kamis (21/11) 00.00 WIB. Dia akan dimakamkan di Depok. Muhammadiyah pun disebut kehilangan sosok intelektual yang mumpuni.

"Turut berduka cita atas berpulangnya Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Bahtiar Effendy, 21 November 2019 di RSIJ Cempaka Putih, pukul 00.00 WIB," tulis akun Muhammadiyah, Kamis (21/11/2019).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan pihaknya sangat kehilangan sosok Bahtiar.

"Ketika jam 00.15 kami menerima kabar duka, sungguh merasa kehilangan, Allah SWT telah memanggilnya ke haribaan-Nya. Kita do`akan almarhum Prof Bahtiar husnul khatimah, diampuni kesalahannya dan diterima amal ibadah serta amal shaleh-nya," imbuh Haedar, dikutip dari situs muhamamdiyah.or.id.

Menurut dia, almarhum merupakan ahli ilmu politik Islam dengan analisisnya tajam dan terfokus. menurut dia, buku terjemahan disertasinya tentang `Islam dan Negara` maupun Pengantarnya untuk buku Olivier Roy tentang `Kegagalan Politik Islam` sangat mendalam dan faktual.

Dalam moment ini, Haedar berpesan kepada generasi muda Muhammadiyah untuk mencontoh Ketua PP Muhammadiyah bidang Hubungan Luar Negeri yang ilmuwan berwawasan luas itu.

"Muhammadiyah berduka yang mendalam. Selamat jalan, semoga ridha dan karunia Allah SWT menyertai kepergian almarhum," pungkas Haedar.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2005-2010 Din Syamsuddin menyampaikan bahwa Bahtiar Effendy akan dimakamkan di Depok.

"Akan dimakamkan setelah zhuhur di pemakaman dekat rumahnya di Depok," imbuh dia.

Bahtiar Effendy, yang merupakan kelahiran Ambarawa, Jawa Tengah, itu memegang dua gelar tingkat Master untuk Kajian Asia Tenggara dan ilmu politik. Dia dikenal aktif di kalangan akademik dan kerap menulis di berbagai media massa.

Dia lulus sebagai Sarjana Ilmu Perbandingan Agama dari IAIN (sekarang UIN) Jakarta sekaligus pemegang PhD Ilmu Politik dari Ohio State University, Amerika Serikat. (rnl)

Loading...

Artikel Terkait