Bisnis

Janji SoftBank Tanamkan Rp1.400 T untuk Ibu Kota Baru, Rizal Ramli: Berhasil Ngibulin Menko dan Jokowi

Oleh : very - Rabu, 20/05/2020 17:09 WIB

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Kabinet Kerja, Rizal Ramli. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajaran menteri menerima delegasi SoftBank Corp di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Bulan Januari lalu, tepatnya pada 10/1/2020.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden SoftBank Masayoshi Son menyatakan ketertarikannya di depan Jokowi untuk menanamkan modalnya di mega proyek pemindahan Ibu Kota baru di Kalimantan.

"Terima kasih banyak sudah mengundang kami. [...] Saya kira Ibu Kota Jakarta memiliki sejarah penting, dan beberapa hal lain," kata Masayoshi di depan Jokowi waktu itu, seperti dikutip CNBC Indonesia.com.

"Jadi, proyek baru (pemindahan Ibu Kota) yang Anda siapkan saya kira bisa menjadi kesempatan yang bisa kita bicarakan lebih jauh, bagaimana ide-nya," kata Masayoshi.

Presiden Jokowi waktu itu pun secara tidak langsung menjelaskan alasan pemerintah memindahkan lokasi Ibu Kota baru yang terletak di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

"Luas lahan Jakarta sekarang 66.000 hekatre dan jika kita bandingkan dengan lokasi Ibu Kota baru, luas lahannya mencapai 256.000 hektare," kata Jokowi.

Penjelasan Jokowi pun terpotong, lantaran awak media sudah diarahkan keluar dari ruang pertemuan.

SoftBank Corp seperti diketahui, berencana berinvestasi sebesar US$ 100 miliar atau setara Rp 1.400 triliun di lokasi Ibu Kota baru. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta belum lama sebelumnya.

Luhut Pandjaitan menambahkan hampir tak percaya dengan investasi yang ingin dibenamkan SoftBank.

“Hari Jumat, Masayoshi mau ke sini. Karena dia desak saya terus, dia mau investasi hampir US$ 100 miliar. Ya menurut saya too good to be true," ujar Luhut.

Menanggapi hal itu, ekonom senior Rizal Ramli melalui akun Twitternya, @RamliRizal mengatakan bahwa bisnis Softbank ‘house of cards, based on over-inflated valuations’.

Mantan Menko Perekonomian di era Presiden Gus Dur itu mengatakan bahwa Softbank berhasil mengibul Menko Perekonomian dan Presiden Jokowi.

“Berhasil ngibulin Menko &  @jokowi iming2 invest 1400T. Padahal waktu datang ke Indonesia dia lagi nyari2 investor Indonesia untuk invest di Fund barunya, janji US$ return yg tidak masuk akal. Ditolak. Eh .. malah diangkat jadi penasehat Presiden. Menyanakan diri dengan Jesus. Memang cocok untuk ngurusin Ibu Kota Baru dengan calon Gubernur itu lho,” tuit Rizal Ramli. (Very)

 

Loading...

Artikel Terkait