Rayakan Kedekatan Selama 70 Tahun, Indonesia-Belgia Siapkan Terobosan Baru

Oleh : hendro - Kamis, 03/10/2019 19:28 WIB

Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Yuri O. Thamrin

Brussel, INDONEWS.ID – Tahun ini merupakan tahun yang istimewa bagi Indonesia dan Belgia karena bertepatan dengan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Belgia merupakan salah satu negara pertama di Eropa yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Sejak pengakuannya terhadap Indonesia pada tahun 1949, hubungan Indonesia dan Belgia semakin kuat dari waktu ke waktu. Perayaan 70 tahun ini menjadi momen spesial bagi penyelenggaraan Resepsi Diplomatik yang diselenggarakan dalam rangka HUT RI ke-74 di Brussel, Belgia (2/10)kemarin.

Resepsi Diplomatik yang dilaksanakan di Royal Museum for Arts and History dihadiri oleh sedikitnya 400 tamu undangan dari berbagai kalangan termasuk pejabat tinggi dari Pemerintah Belgia, Uni Eropa dan Luksemburg, media, kalangan diplomatik serta counterparts KBRI. 

Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Yuri O. Thamrin menyampaikan bahwa Indonesia dan Belgia memiliki banyak kesamaan nilai dan pandangan. Keduanya memandang penting peran multilateralisme, penyelesaian masalah-masalah dengan cara damai, isu perubahan iklim, dan lain-lain. 

Posisi Indonesia dan Belgia sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB tahun 2019-2020 mempermudah kolaborasi erat kedua negara   khususnya dalam rangka menciptakan perdamaian dunia.

Dari sisi bilateral, hubungan Indonesia dan Belgia terus meningkat baik di bidang ekonomi, politik dan sosial budaya. “Nilai perdangan kedua negara mencapai $1.86 trilyun, sedangkan wisawatan Belgia yang berkunjung ke Indonesia lebih dari 50ribu pertahunnya”, tegas Dubes Yuri.

Yuri menambahkan, bahwa kolaborasi di bidang industri juga terus melaju pesat. Salah satu contohnya adalah kolaborasi kedua negara pembuatan kapal tank dan pembiayaan pesawat CN235 untuk pasar Afrika. Indonesia dan Belgia juga bekerja sama dalam pengembangan sapi Belgian Blue untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri Indonesia. 

Tidak hanya itu, kata Yuri, untuk semakin mendekatkan hubungan people to people contact, KBRI Brussel telah mendirikan Rumah Budaya Indonesia (RBI) yang terbuka bagi warga Belgia yang ingin mempelajari budaya Indonesia.

Dengan semangat maju bersama (go further together), Dubes RI Yuri O. Thamrin percaya bahwa masih banyak potensi yang dapat digali dan siap untuk menciptakan terobosan-terobosan baru yang akan makin memperkuat hubungan kedua negara.

Sekretaris Jendral Kementerian Luar Negeri Belgia, Mr. Bruno van der Pluijm, berkesempatan hadir sebagai tamu kehormatan dalam resepsi ini. Mr. Pluijm menyampaikan kegembiraanya atas hubungan bilateral yang erat antara Indonesia dan Belgia di berbagai bidang.

Belgia menyambut baik peran strategis Indonesia di kancah internasional dan ASEAN. Ia juga menyebutkan banyaknya jumlah pejabat tinggi yang saling berkunjung termasuk kunjungan Raja Baudouin ke Indonesia tahun 1973, Putri Astrid di tahun 2016, Presiden Soeharto ke Belgia tahun 1972, Presiden Joko Widodo tahun 2016, Wakil Presiden Yusuf Kalla dalam rangka Europalia tahun 2017 dan ASEM tahun 2018. 

Selain Belgia, Dubes RI juga menyampaikan perkembangan hubungan Indonesia dengan Uni Eropa dan Luksemburg. Keduanya merupakan mitra penting bagi Indonesia. Indonesia berkomitmen untuk terus memajukan hubungan dan kerja sama dengan Uni Eropa dan Luksemburg.

Resepsi kali ini dimeriahkan oleh fashion show persembahan desainer berbakat Nurhasim Hamada yang menampilkan batik yang dibuat dengan pewarna alami.  Kreasi batik dengan pewarna alami ini diharapkan akan mendapatkan tanggapan positif pasar Eropa yang memandang penting isu lingkungan.

Persembahan paduan suara Lassene Vocal, angklung Bhinneka Seni, dan tari-tarian Nusantara menjadi paduan sempurna bagi aneka sate dan ragam makanan Indonesia yang disajikan apik dalam resepsi ini.
 

Loading...

Artikel Terkait