Pojok Istana

Virus Korona, Pemerintah Belum Evaluasi Target Pertumbuhan Ekonomi

Oleh : very - Kamis, 06/02/2020 10:20 WIB

Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Maruf Amin dan Jubir Presiden. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID – Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi pasti dirasakan oleh semua negara akibat penyebaran Virus Korona. Walau demikian, hingga kini, pemerintah belum akan memutuskan untuk mengevaluasi target pertumbuhan ekonomi menyusul wabah virus korona tersebut.

"Ya apapun perlambatan growth global itu pasti, semua menyampaikan yang sama. Negara-negara yang terkena imbas, itu juga pasti kena, termasuk negara kita Indonesia. Tetapi berapa persen nanti ada imbas ke pertumbuhan ekonomi kita itu yang belum bisa dikalkulasi," ujar Presiden di Istana Negara, pada Rabu (5/2).

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa seorang warga negara Indonesia (WNI) yang dikabarkan terdampak virus korona di Singapura masih ditangani oleh otoritas setempat.

"Yang di sana itu biar dirampungkan oleh Singapura terlebih dahulu," kata Presiden.

Meski demikian, Presiden menyatakan pemerintah terus memantau perkembangan WNI tersebut. Presiden mengatakan, WNI tersebut mendapatkan pendampingan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura.

"Ya kita ini patut bersyukur bahwa negara kita Indonesia tidak ada, belum ada yang namanya virus korona. Bahwa ada satu WNI kita yang di Singapura, masih ditangani oleh Singapura dan tentu saja didampingi oleh KBRI," imbuhnya seperti dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Singapura per 4 Februari 2020 pukul 12.00 waktu setempat, terdapat 24 orang yang telah diidentifikasi positif terdampak virus korona. WNI yang terdampak merupakan kasus ke-21 virus korona di Singapura.

"Dia adalah perempuan Indonesia berusia 44 tahun yang tidak memiliki sejarah perjalanan ke China. Dia saat ini dirawat di ruang isolasi di SGH," demikian tulis siaran pers Kementerian Kesehatan Singapura. (Very)

Loading...

Artikel Terkait