Nasional

Megawati Sindir Elit Politik Paksakan Anaknya Jadi Pemimpin, Rizal Ramli: "Ini mah telak..."

Oleh : very - Jum'at, 21/02/2020 22:01 WIB

Ekonom Senior, Rizal Ramli (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID -- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap elite politik yang memaksakan anaknya masuk menjadi pemimpin politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Megawati dalam acara pengumuman pasangan calon Pilkada 2020 di Kantor DPP PDIP Jakarta, pada Rabu 19 Februari. Pernyataan itu pun mengundang sejumlah pertanyaan publik terkait siapa yang dimaksud oleh Megawati itu.

Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan penasaran dengan ucapan Megawati tersebut.

Dia menilai pernyataan Ketua Umum PDIP itu sangat tajam dan cukup menohok. “Ini mbak Mega nyindir sopo yo ? Ini mah telak," kata Rizal melalui akun Twitternya @RamliRizal, Rabu 19 Februari 2020.

Mantan Menko Kemaritiman era Presiden Jokowi itu menanggapi pernyataan Megawati yang kesal dengan elite politik yang memaksa anaknya menjadi pemimpin.

"Kalau enggak anak`e, kalau ndak istrine, kalau enggak ponakane, lho nanti pasti ada yang bilang lho Ibu kan juga, tapi kan saya membuktikan. Saya enggak pernah, saya hanya, anak saya kamu jadilah sesuai dengan apa yang kamu jalankan," ujar Megawati.

Pernyataan Megawati itu menimbulkan spekulasi.

Direktur IndoStrategi Arif Nurul Imam mengatakan, sindiran Megawati Soekarnoputri itu bisa saja ditujukan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebab, Anak Sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan menantunya, Bobby maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Adapun Gibran maju Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo, sedangkan Bobby maju Pilwalkot Medan.

"Sindiran ini juga kemungkinan juga menyasar ke Presiden Jokowi karena anak dan menantunya maju dalam Pilkada," ujar Arif Nurul Imam seperti dikutip SINDOnews.com.

Sindiran Megawati itu juga dinilai bisa menyasar ke Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, Putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hendak maju pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.

"Kita tahu perseteruan Mega vs SBY hingga kini belum cair, sehingga secara diam-diam selalu saling mendelegetimasi secara politik," pungkasnya. (Very)

Loading...

Artikel Terkait