Rizal Ramli, Tokoh Egaliter yang Sering Disalahpahami

Oleh : very - Kamis, 26/03/2020 20:01 WIB

Mantan Menko Perekonomian, Rizal Ramli. (Foto: ist)

Jakarta, INDONEWS.ID Salah satu putera terbaik bangsa Indonesia ini sudah malang melintang sebagai aktivis, peneliti, ekonom dan politisi. Dialah Rizal Ramli, yang sudah mewakafkan hidupnya bagi bangsa dan rakyat Indonesia.

Memiliki banyak titel, namun salah satu tokoh bangsa ini tetap seorang yang rendah hati. Dia siap dikritik, dikoreksi bahkan didemonstrasi. Penampilannya selalu egaliter, alias tidak membedakan seseorang berdasarkan suku, agama, ras, golongan maupun kedudukannya dalam masyarakat.

Semangatnya untuk mencerdaskan, mensejahterakan, memberdayakan dan memajukan bangsanya sangat kuat. Dia tanpa kenal lelah memperjuangkan apa yang diyakininya sebagai sebuah kebenaranya, walau mempertaruhkan hidupnya, nyawanya sekalipun.

Karena itu, orang sering kali salah memahami Rizal Ramli. Orang beranggapan bahwa Bang RR – sapaan Rizal Ramli – seorang yang haus akan jabatan. Padahal, hal itu tidak pernah terlintas dalam pemikirannya.

Buktinya, ekonom senior yang sangat menganggumi Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta itu, ditawari berbagai jabatan. Namun, Rizal Ramli bergeming.

Masa Presiden BJ Habibie misalnya, dia ditawari untuk menjadi salah satu menteri, namua ditolak. Demikian pun zaman Presiden Abdurrahman Wahid pernah ditawari menjadi Ketua BPK dan Dubes Amerika, dan juga ditolaknya. Baru kemudian Gus Dur meminta Rizal Ramli untuk ketiga kalinya agar dia mau menjadi Ketua Bulog dan Menteri Perekonomian. Permintaan itu pun diterima Rizal Ramli.

Pada era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga sama. “Saya diminta untuk menjadi Menko Perekonomian, namun ‘diterpedo’ oleh mantan Wapres JK,” ujar Rizal Ramli pada suatu ketika.

Dia juga pernah ditawari untuk menjadi Menteri Perindusrian, yang langsung ditolaknya.

Giliran era Presiden Joko Widodo, Rizal Ramli mendapat tawaran untuk menjadi menteri sebanyak tiga kali. “Zaman Presiden Jokowi saya menolak sampai 3 kali tawaran untuk jadi Menko Maritim. Baru setelah Pak Jokowi katakan ini yang minta bukan hanya Presiden, tapi rakyat Indonesia yang ingin hidup lebih baik, baru saya menerima,” ujarnya.

Setelah Rizal Ramli tidak menjadi menteri, dia masih saja menerima tawaran untuk menjadi Presiden Komisaris PT PLN, namun hal itu ditolaknya.

Kini, di tengah situasi ekonomi bangsa yang lagi carut-marut, Rizal Ramli terus menyumbangkan pemikirannya bagi bangsa dan negara ini. Walau tidak menempati posisi di pemerintahan, Rizal Ramli mengaku gembira karena pemikirannya bisa diadopsi oleh pemerintahan Jokowi.

Analis politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie mengapresiasi sikap Presiden Jokowi yang pada akhirnya mau mengikuti sebagian saran ekonom senior, Rizal Ramli dalam mengatasi dampak virus corona terhadap perekonomian Indonesia.

Seperti diketahui, dalam acara “Indonesia Lawyers Club” yang tayang pada Selasa, 17 Maret 2020, Rizal Ramli menyarakan pemerintah untuk melakukan realokasi APBN 2020 agar dampak virus corona terhadap perekonomian Indonesia bisa diminimalisir.

“Stop proyek-proyek infrastruktur besar 2020. Harus berani, jangan gengsi. Alokasikan anggaran hanya untuk sektor kesehatan, makanan dan daya beli rakyat miskin,” ujar Rizal Ramli kala itu.

Jerry berpendapat usulan mantan Menko Kemaritiman itu kini telah dilaksanakan oleh Presiden Jokowi, terutama dalam hal realokasi anggaran pemerintahan untuk ketiga sektor kesehatan, pangan, dan daya beli.

Walaupun Rizal Ramli bekerja dengan tulus bagi bangsa dan rakyat Indonesia, masih saja orang mempertanyakannya. Para buzzer misalnya terus saja melancarkan serangan bertubi-tubi. Sampai-sampai seorang sahabatnya, yang juga Duta Besar untuk Negara Polandia, Peter Gontha, harus ikut membela Rizal Ramli.

Dia mengatakan, bahwa para buzzer tersebut tidak memahami karakter seorang Rizal Ramli, yang disebutnya sangat setia pada cita-citanya. “Kalian Kayak Nggak Tahu RR aja? RR itu setia terhadap cita-cita,” ujar Peter Gontha. (*)

Loading...

Artikel Terkait