Pojok Istana

Presiden Jokowi Tegas larang Mudik Lebaran Cegah Penyebaran Virus Corona

Oleh : Marsi Edon - Selasa, 21/04/2020 13:30 WIB

Presiden Joko Widodo.(Foto: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah terus melakukan upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona di tengah masyarakat. Berbagai kebijakan telah dikeluarkan oleh pemerintah yakni kerja di rumah dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah.

Hari ini, Presiden Jokowi dengan tegas melarang seluruh masyarakat untuk melakukan mudik lebaran di tengah pandemi yang sedang berlangsung di Indonesia. Pilihan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menghentikan laju penyebaran virus corona.

"Mudik semuanya akan kita larang," kata Jokowi dalam Jokowi membuka Rapat Terbatas di Istana Presiden yang disiarkan langsung melalui akun YouTube Setpres, Jakarta, Selasa,(21/04/2020)

Berkaitan dengan pelarang mudik lebaran, mantan wali kota Solo ini meminta kepada seluruh jajarannya untuk menyiapkan teknisnya di lapangan. Dengan demikian, pelaksanaan sesuai dengan arahan pemerintah dan tujuan yang dinginkan tercapai.

"Saya minta persiapan yang berkaitan dengan itu mulai disiapkan," tegasnya.

Pada kesempatan ini, ia menyampaikan data survei Kementerian Perhubungan tentang potensi masyaakat yang akan pulang ke kampung masing-masing untuk merayakan lebaran. Dari data yang ada, keinginan untuk tetap mudik masih sangat tinggi.

Karena itu, ia kembali menegaskan, seluruh masyarakat dilarang untuk mudik lebaran pada tahun ini. Keputusan tersebut diambil dalam rangka memperkecil resiko penularan Covid-19.

"Dari hasil kajian-kajian yang ada di lapangan, pendalaman yang ada di lapangan, kemudian juga hasil survei dari Kemenhub, disampaikan bahwa yang tidak mudik 68%, yang tetap masih bersikeras mudik 24%, yang sudah mudik 7%. Artinya, masih ada angka yang sangat besar, yaitu 24% tadi," jelas Jokowi.

Berikut adalah pernyatan lengkap Jokowi terkait dengan larangan mudik lebaran tahun ini.

Saya ingin langsung saja tadi dari hasil kajian-kajian yang ada di lapangan, pendalaman yang ada di lapangan, kemudian juga dari hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan disampaikan bahwa yang tidak mudik adalah 68 persen, yang tetap masih bersikeras mudik 24 persen, yang sudah mudik 7 persen. Artinya masih ada angka yang sangat besar yaitu 24 persen tadi.

Kemudian yang kedua yang berkaitan dengan bansos, bansos sudah mulai dilaksanakan kemarin, pembagian sembako untuk Jabodetabek, kemudian Kartu Prakerja sudah berjalan, minggu ini juga bantuan sosial bansos tunai juga sudah dikerjakan.

Dari sinilah kemudian saya ingin mengambil sebuah keputusan, setelah larangan mudik bagi ASN, TNI, Polri, dan pegawai BUMN sudah kita lakukan pada minggu yang lalu.

Pada rapat hari ini saya ingin menyampaikan juga bahwa mudik semuanya akan kita larang. Oleh sebab itu, saya minta persiapan-persiapan yang berkaitan dengan ini mulai disiapkan.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan.*

 

 

 

 

 

 

Loading...

Artikel Terkait