Bisnis

Pandemi Covid-19, PNM Salurkan Pembiayaan Sebesar Rp 2,3 Triliun

Oleh : very - Selasa, 02/06/2020 14:30 WIB

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi. (Foto: Tribunnews.com)

Jakarta, INDONEWS.ID – Selama masa pandemi Covid-19, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM masih terus menyalurkan pembiayaan. Direktur Bisnis PNM Abianti Riana mengatakan selama pandemi Covid-19 ini, PNM telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp 2,3 triliun.

“Sejak Maret 2020 sampai hari ini, PNM sudah salurkan pembiayaan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) Rp 2,3 triliun. Mau kita lakukan untuk mendukung perekonomian nasabah. Total nasabah yang mendapatkan modal berkelanjutan itu lebih 681.563 nasabah di seluruh Indonesia,” ujar Abianti pada Seminar Digital Peran Bank dan LKNB dalam mendukung UMKM di Era Pandemi Covid-19, Jumat (29/5).

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menyatakan hingga April 2020 pembiayaan PNM mencapai Rp 6,49 triliun. Nilai itu tumbuh 14,09% year on year (yoy) dari pencapaian April 2019 senilai Rp 5,68 triliun.

Rinciannya, pembiayaan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) tumbuh 34,66% yoy dari Rp 4,39 triliun menjadi Rp 5,91 triliun hingga empat bulan pertama 2020. Adapun pembiayaan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) turun 55,81% yoy dari Rp 1,29 triliun menjadi Rp 571 miliar. Lantaran PNM fokus pada pembiayaan Mekaar.

Outsanding pembiayaan PNM tumbuh 29,73% yoy dari Rp 13,23 triliun menjadi Rp 17,17 triliun pada April 2020. Adapun outstanding pembiayaan ULaMM tumbuh 2,31% yoy dari Rp 6,34 triliun menjadi Rp 6,48 triliun. Adapun outstanding pembiayaan Mekaar tumbuh 55,14% yoy dari Rp 6,89 triliun menjadi Rp 10,69 triliun hingga April 2020.

“Adapun rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing masih terjaga dengan baik. Bila pada April 2019 di level 1,81%, PNM berhasil menekan NPF menjadi 1,63% di April 2020,” ujar Arief seperti dikutip Kontan.co.id.

Pembiayaan itu diberikan kepada 6,37 juta debitur atau tumbuh 38,46% yoy dibandingkan April 2019 sebanyak 4,6 juta orang. Rinciannya, debitur ULaMM tumbuh 1,86% menjadi 72.204 orang hingga empat bulan pertama 2020. Sedangkan debitur Mekkar tumbuh 39,03% yoy menjadi 6,29 juta orang.

Semakin banyaknya debitur yang terjangkau lantaran PMN aktif membuka kantor baru. Hingga April 2020 jumlah kantor PNM sebanyak 2.929 unit atau tumbuh 23,27% yoy dari April 2019 sebanyak 2.376 unit. Hingga April 2020 jumlah kantor Mekaar sebanyak 2.303 unit dan kantor ULaMM 626 unit. (Very)

 

Loading...

Artikel Terkait