Daerah

15 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat Siap menuju New Normal

Oleh : luska - Rabu, 03/06/2020 18:01 WIB

Sekda Tanahdatar Irwandi mengikuti vidcon bersama Gubernur Sumbar irwan Prayitno ( foto M datuk)

Tanahdatar, INDONEWS.ID --- Sebanyak 15 Kabupaten Kabupaten/Kota di Sumatera Barat   siap menuju Tatanan Baru Produktif dan Aman Covid-19 (New Normal), 

Sementara itu Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Mentawai masih menunggu keputusan sampai tanggal 7 Juni nanti, hal ini dikarenakan ada keterkaitan erat antara ketiga daerah ini, sehingga apabila Kota Padang masih melaksanakan PSBB maka Kabupaten Mentawai dan Padang Pariaman juga akan melakukan hal yang sama. 

Untuk Kota Bukittinggi sudah terlebih dahulu keluar dari PSBB pada tanggal 29 Mei yang lalu ujar Gubernur Sumatera baratujar Gubernur melalui Video Conference (Vidcon) di ruang kerjanya dengan Bupati/Wali Kota se-Sumbar sedangkan Bupati Tanahdatar diwakili Sekda tanahdatar Irwandi bersama  anggota Forkompimda Kabupaten Tanah Datar dan Asisten serta Kepala OPD terkait

Gubernur juga  menjelaskan sejumlah indikator yang telah diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian terkait harus dipenuhi sekaligus menjadi panduan dalam menerapkan Tatanan Baru Produktif Aman Covid-19.

“Syarat dari WHO ada 6 diantaranya membuktikan bahwa penyebaran melalui transmisi lokal telah terkendali dengan baik,”   Tingkat kesembuhan di wilayah Sumbar cukup tinggi. “Persentase kesembuhan berada pada angka 47,39%, sedangkan tingkat kematian berkisar pada 4,35%. Ini jauh dari rata-rata nasional,” sebut Irwan.

Syarat kedua adalah sistem kesehatan masyarakat yang dapat mendeteksi, menguji, mengisolasi dan menangani setiap kasus dan melacak setiap kontak.

“Ini terus kita tingkatkan, termasuk kesiapan rumah sakit maupun kemampuan laboratorium, saat ini luar biasa, Laboratorium Fakultas Kedokteran UNAND sudah bisa memeriksa sampai dengan 1.500 sampel Swab per hari,” 

Selanjutnya  upaya meminimalisir resiko pada tempat yang rentan terjadinya penularan, baik pada pemukiman, sekolah, pasar dan fasilitas umum lainnya. 

Selain itu Gubernur Irwan juga menegaskan pentingnya menetapkan langkah-langkah pencegahan khususnya pada pusat aktivitas masyarakat. “Tempat kerja, sekolah, industri maupun tempat pelayanan publik mesti siap dengan protokol kesehatan Covid-19,”  Persyaratan lainnya menurut Gubernur adalah bagaimana mengantisipasi adanya penyebaran kasus impor yang berasal dari luar daerah. Terakhir adalah upaya untuk mengedukasi masyarakat agar senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

“Bagaimana membudayakan prilaku disiplin protokol kesehatan, agar kita bisa produktif dan aman dari Covid-19,” sebut Gubernur.
Menurut Gubernur, regulasi menyangkut penerapan tatanan baru produktif aman Covid-19 telah dikeluarkan berbagai kementerian terkait, agar dipedomani dan disesuaikan dengan kondisi daerah. Dan tidak itu saja  Pemprov bersama dengan DPRD Sumbar juga  sedang menyiapkan peraturan daerah tentang tatanan hidup baru yang produktif aman covid-19 dengan mempertimbangkan kearifan lokal seperti Adat Basandi Syara', syara' Basandi kitabullah dengan mengoptimalkan peran Tungku Tigo Sajarangan dan Tali Tigo Sapilin,” 

Sementara itu Bupati Tanah Datar yang diwakili Sekda Tanah Datar Irwandi  melalui video conference di posko gugus Tugas Gedung Nasioal Suri Maharajo Dirajo, mengatakan bahwa Kabupaten Tanah Datar sejak rapat terakhir pada tanggal 28 Mei yang lalu telah melakukan persiapan-persiapan untuk memasuki masa new normal atau tatanan baru produktif dan aman covid, hal ini diharapkan pada tanggal 8 juni mendatang Kabupaten Tanah Datar sudah siap untuk memasuki masa new normal.

Namun demikian, Sekda Irwandi juga mengatakan pelaksanaan new normal di kabupaten Tanah Datar akan dilaksanakan dengan catatan tidak ada lagi peningkatan kasus Covid sampai pada tanggal 7 Juni nanti, artinya apabila ada kasus Covid baru menjelang tanggal 7 Juni maka pemberlakuan masa new normal akan ditinjau kembali.(M.Datuk)
.

Loading...

Artikel Terkait