Gaya Hidup

Rapper Kanye West Umumkan Pencalonan Diri Menjadi Presiden AS Tahun 2020

Oleh : Ronald Tanoso - Minggu, 05/07/2020 13:59 WIB

Musisi Rap, Kanye West dan isteri tercinta Kim Kardashian (Foto : Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Musisi Rap, Kanye West secara resmi mengumumkan pencalonannya menjadi presiden AS untuk 2020. Pengumuman itu disampaikan dalam kicauan di Twitter bertepatan dengan Hari Kemerdekaan AS, 122 hari sebelum Pemilu yang dijadwalkan pada 3 November mendatang.

“Kita sekarang harus mewujudkan janji Amerika dengan mengimani Tuhan, menyatukan visi kita, dan membangun masa depan kita. Saya mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat,” cuit West sambil membubuhkan tagar #2020VISION dan emoji bendera Amerika, Minggu (5/7/2020) WIB.

Pengumuman tersebut sekaligus menepati janji rapper yang juga suami Kim Kardashian itu lima tahun lalu, saat tampil di VMA MTV 2015. Kala itu, dia menyatakan bakal maju sebagai capres AS.

Dia tidak menjelaskan lebih lanjut ihwal rencana kampanyenya dalam sisa waktu empat bulan menjelang Pilpres AS 2020 ini. Namun, selama ini West justru dikenal sebagai pendukung Donald Trump.

“Akan ada waktu ketika saya akan menjadi presiden AS, dan saya akan ingat, ada pendiri (negara ini) yang tidak memiliki kapasitas untuk memahami apa yang kita lakukan secara budaya,” kata West pada Oktober lalu saat wawancara dengan Zane Lowe dalam acara Apple Music Beats 1.

Beberapa tahun lalu, Kanye West juga pernah membahas pencalonan presiden. Pada 2015, dia mengumumkan keinginannya maju sebagai capres dalam acara MTV Video Music Awards saat menerima Video Vanguard Award.

"Ini soal gagasan, bro. Gagasan-gagasan baru. Orang-orang dengan gagasan. Orang yang percaya pada kebenaran," ujarnya dalam pidatonya.

"Dan, ya, seperti yang mungkin kalian tebak saat ini, saya memutuskan di 2020 saya akan maju sebagai presiden," cetusnya.

Rapper kelahiran 8 Juni 1977 itu secara resmi menjadi miliarder pada April lalu berkat sepatu basket bertuliskan namanya yang dia kembangkan bersama Adidas, menurut majalah Forbes.

Pada 2016, West dikritik oleh para penggemarnya setelah dia menyatakan dukungan kepada Donald Trump yang ketika itu berstatus capres AS dari Partai Republik.

West mengklaim, pada saat itu dia tidak memilih siapa pun dalam Pilpres AS. Akan tetapi, dia mengaku akan memilih Trump jika dia diminta melakukannya. (rnl)

Loading...

Artikel Terkait