Bisnis

Cerita Menarik Soal Cara Rizal Ramli Bereskan Utang dengan Jerman dan Kuwait

Oleh : very - Minggu, 23/08/2020 22:30 WIB

Ekonom Senior Rizal Ramli. (Foto: Ist)

Jakarta,  INDONEWS.ID -- Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan bahwa secara teknis, negara ini telah memasuki resesi. Namun, menurutnya pemerintah berupaya menjelaskan hal yang berbeda.

“Saya lihat ada kebiasaan berbohong. Menular rupanya penyakit itu. Menkeu (Menteri Keuangan) mengatakan kita belum resesi. Ini kok bisa Menkeu kayak orang bohong bilang belum resesi,” ujar Rizal dalam diskusi virtual seperti dikutip RMOL, Jumat (21/8).

Rizal menyebutkan bahwa pemerintah kerap menggunakan utang sebagai cara untuk menghadapi krisis. “Ya begini kalau solusi hanya diselesaikan dengan hutang dan hutang lagi,” ujarnya.

Berbicara soal utang, tampaknya ada cerita menarik yang dilakukan oleh mantan Menko Ekuin era Gusdur ini. Saat itu kata Rizal, pemerintah dapat membayar hutang dengan bunga yang murah, bahkan mendapat hadiah untuk pembangunan sebuah fly over di Bandung, Jawa Barat.

Rizal Ramli mengatakan pada era Presiden Gus Dur, Menkeu Kuwait bicara pada dirinya bahwa pihaknya selalu mendapat tekanan di parlemen karena hutang Indonesia. “Saya katakan, Indonesia mampu membayar hutang, tapi dengan bunga yang murah,” ujar Rizal Ramli seperti dikutip Indonesiakita.co.

Waktu itu, sang Menkeu Kuwait menanyakan apakah bisa bayar seluruh  utang  RI ke Kuwait, nanti mereka akan beri pinjaman baru. “Saya katakan, Indonesia akan membayar hutang ke Kuwait, tapi ditukar dengan utang baru dengan bunga yang lebih murah,” ujarnya.

Karena itu, Menkeu Kuwait itu senang, dan berjanji untuk datang lagi bulan berikutnya, karena mereka tak perlu lagi menghitung ekonomi kita untuk menjawab parlemen Kuwait. “Dia katakan mau kasih hadiah, Pak Rizal. Kami ucapkan terimakasih, dan kami ingin berikan hadiah,” ujarnya.

“Saya katakan, waktu saya kuliah di Bandung, kalau mau masuk Bandung itu jalannya macet. Bisakah kalian buatkan fly over di daerah Surapati. Mereka katakan bisa, dan akhirnya ya sekarang bisa dirasakan menggunakan infrastruktur tak perlu bayar, dan masyarkat juga tidak lagi kesulitan lalulintas di wilayah tersebut,” ujar Rizal Ramli.

Selain itu, negara Jerman juga melakukan hal yang sama. “Kerjanya kritik kita terus, Indonesia (dibilang) tukang ngerusak lingkungan hidup, hutan dihancurin, kemudian merusak paru-paru dunia. Akhirnya saya ketemu sama menteri keuangan Jerman, kita win-win solution. Kenapa enggak kamu potong utang Indonesia 400 juta dolar, kita sediakan 300 ribu hektare di Kalimantan untuk konservasi,” ujar Rizal Ramli.

“Kita lakukan 5 tahap, dia setuju. Dia potong utang Indonesia 400 juta dolar kita sediakan 300 ribu hektare untuk konservasi. Sayangnya pemerintahan Gus Dur jatuh, kita enggak bisa lanjutin 3 tahap berikutnya,” pungkasnya. *

 

Loading...

Artikel Terkait