Bisnis

Pemerintah Bilang Pertumbuhan Ekonomi 2021 Capai 5,5 Persen, Rizal Ramli: Janji Surga Itu Tak Ada Basisnya

Oleh : very - Jum'at, 15/01/2021 10:35 WIB

Rizal Ramli, ekonom senior. (Foto: ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID – Ekonom senior Dr. Rizal Ramli mengatakan bahwa angin surga yang dihembuskan pemerintah terkait kondisi perekonomian nasional di tahun 2021 yang akan mengalami tren positif hingga 5,5 persen dinilai tidak realistis.

Pasalnya, katanya, angka-angka yang dipatok pemerintah itu tidak memiliki basis data yang kuat.

Hal itu disampaikan mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur saat menjadi narasumber dalam diskusi daring Pergerakan Indonesia Maju (PIM) bertajuk "Outlook 2021: National Economic Outlook", Kamis (14/1).


"Emang Pemerintah menjanjikan angin sorga. Oh enggak, wong tahun 2021 bakal balik lagi ke 5,5 persen begini, begitu. Mohon maaf, janji sorga itu tidak ada basisnya," kata mantan Menko Kemaritiman itu.

Dia mengatakan, sebelum Covid-19 saja pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 5,1 persen. “Ini kok Covid-19 masih tumbuh bisa 5,5 persen?" ujar bang RR, sapaan akbrab, Rizal Ramli.

Menurut RR, daya beli rakyat saat ini betul-betul hancur. Sebabnya, dalam analisanya, hal itu terjadi karena tidak ada pekerjaan gara-gara terdampak pandemi Covid-19.

"Tapi yang paling penting adalah daya likuiditas yang ada pada masyarakat disedot. Karena Pemerintah ngutang udah terlalu banyak. Artinya apa? Hanya untuk membayar bunga saja harus meminjam, makin lama makin berat,"katanya seperti dikutip ROML.

"Karena dia meminjam dia harus nerbitkan SUN (Surat Utang Negara) terus tambahan makin lama makin besar. Apa yang terjadi? Uang yang beredar di lembaga keuangan di masyarakat tersedot untuk beli SUN karena tingkat bunga SUN 2 persen lebih tinggi dari request itu," ujar mantan Kepala Bulog itu.

Selain RR, narasumber lain dalam webinar Pergerakan Indonesia Maju antara lain; Managing Director PEPS, Jurnalis Senior sekaligus mantan Dirut PLN Dahlan Iskan, Ekonom Indef Didik Rachbini, Pengamat AEPI Salamudin Daeng.

Selain itu, Wakil Ketua Umum Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) Philips K Widjaya dan Ketua Umum DN-PIM Din Syamsuddin. (Very)

 

Loading...

Artikel Terkait