Nasional

Erick Minta PNM Tonjolkan Konsep Kearifan Lokal di Program Mekaar

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 17/01/2021 16:15 WIB

Menteri Erick Saksikan Penyerahan Bantuan Kepada Nasabah Difabel PNM Mekaar (foto: Dok. PNM)

Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan masing-masing daerah di Indonesia memiliki kearifan lokal yang berbeda. 

Menurutnya, perbedaan itu harus dibaca dan dipahami oleh manajemen perseroan agar strategi bisnis yang disusun sesuai dengan kebutuhan atau target bagi masing-masing wilayah.

Hal itu dikatakan Erick ketika memberikan sambutannya dalam acara BERTEMAN PNM (Bersama Erick Thohir Temu AO dan Nasabah PNM) yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu (16/1).

"PNM punya strategi besar, masing-masing daerah punya kearifan lokal masing-masing dan itu ditonjolkan melalui AO (Account Officer) ini dengan program Mekaar," ujar Erick dalam Webinar AO) yang diselenggarakan PNM, Sabtu (16/1/2021).

Untuk itu, Erick meminta manajemen PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM terus melakukan ekspansi bisnis dengan selalu berupaya menyesuaikan bisnis dengan karakter wilayah kerja para emiten.

"Karenanya, dalam masifikasi program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan usaha mikro manajemen harus menonjolkan hal (kearifan lokal) tersebut.

Lebih lanjut, sebagai langkah integrasi menuju transformasi perusahaan BUMN, mantan Bos Inter Milan juga meminta PNM terus memperkuat koordinasi dengan sejumlah emiten negara seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Pegadaian (Persero) yang menjadi mitra PNM dalam konsep sinergi usaha mikro yang tengah digodok Erick saat ini.

Sinergi ini diyakini akan meningkatkan kinerja BUMN dan akan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat luas. Khususnya, memperluas bisnis perseroan di sejumlah daerah di Indonesia.

"Bagaimana konektivitas PNM dan BUMN lain harus lebih baik. Di situlah kami ingin terus meningkatkan jangkauan PNM. Kami ingin sinergikan PNM dengan BUMN lainnya seperti BRI, dan Pegadaian, supaya jangkauan PNM lebih besar,” kata dia.

Meski begitu, upaya awal yang harus dibenahi direksi dan komisaris PNM adalah memperkuat koordinasi dan kerja tim di internal perseroan. Di mana, dari level Direksi hingga AO harus menjadi ujung tombak bisnis emiten. Dengan kata lain, direksi harus menjadi mentor bagi karyawannya.

“BUMN (direksi) harus menjadi mentor sama yang muda. Saya harap kerja sama ini kita akan tingkatkan. Kalian yang sudah ada di ujung sana dengan segala bersama adalah hal yang luar biasa. tetapi kalian juga harus naik kelas,” kata Erick.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PNM Arief Mulyadi merincikan, bahwa ada 48.700 karyawan PNM yang ada di 4.450 kecamatan. Sebanyak 99 persen AO berasal dari kalangan perempuan dan 98 persen usia di bawah 25 tahun.

Harapannya, dengan julah AO tersebut mampu membantu manajemen untuk mendorong program-program perseroan ke depannya.

"Karyawan kami kebanyakan lulusan SMA dan banyak juga yang sedang berkuliah. Ini kami bekerja sama juga dengan UT (Universitas Indonesia agar mereka bisa bekerja di PNM melalui program PNM Mekaar," ujar Arief.*

Loading...

Artikel Terkait