Oleh: Christianto Wibisono, Penulis Buku "Kencan Dinasti Menteng" Pendiri sekaligus Ketua PDBI
Opini, INDONEWS.ID - Minggu lunch time 20 Juni 2021, saya diundang ke bangunan bekas Wisma Yaso, sekarang Museum TNI Satrya Mandala meliput acara Sarasehan 5 Presiden RI menyambut hari lahir Presiden ke-7 Jokowi dan wafatnya Proklamator Presiden pertama RI Bung Karno.
Hadir di ruang utama kediaman NY Ratna Sari Dewi Sukarno menghadap multi screen menampilkan Jendral Soeharto,Habibie, Gus Dur, posisi konferensi meja bundar.
Bung Karno membuka acara: 21 Juni adalah bersejarah karena Tuhan Yang Mahakuasa mengatur Algorithme sejarah politik Indonesia dengan kelahiran presiden ke-7 Ir. Jokowi pada tahun 1961 dan kepulangan saya ke eternitas tahun 1970.
Saya ingin mulai dari Bung Habibie, yang baru datang ke akhirat masih fresh mengalami drama tragedi Pilpres 2019 yang nyaris membelah bangsa ini jadi seperti Korea Utara dan Korea Selatan.
Habibie: Terima kasih bapak Presiden Proklamator Bung Karno dan bapak presiden kedua Pak Harto semoga bapak sudah tidak men-jotak-kan (Jawa: tidak menegur sapa karena patah arang membenci) saya karena saya tidak mau ikut lengser malah mengganti bapak pada 21 Mei 1998.
Saya bersyukur kepada Tuhan masih dianugerahi 23 tahun lagi dan baru dipanggil ke eternitas 11 Sep 2019 dan menyaksikan rekonsiliasi duet Jokowi-Prabowo 13 Juli 2019 di Satay House Senayan. Dengan perbandingan suara 53% Jokowi dan 47% Prabowo memang RI bisa terancam pecah dua seperti nasib Korea kalau tidak bubar seperti Uni Soviet dan atau Yugoslavia.
Sebetulnya, acara sarasehan seperti ini memang mesti dikemas dalam paket Cloudtuber yang bisa dinikmati generasi milenial agar mereka belajar dari sejarah kita dalam mengelola masa depan agar kita jadi nation state nomor 4 sedunia dalam kualitas dengan tidak mengulangi blunder perang saudara suksesi kepresidenan yang kita alami dengan pahit dan getir.
Soeharto: Izin Bung Karno, dalam konteks sejarah saya sekarang telah mawas diri bahwa aparatur saya memang selalu berprinsip centeng lebih galak dari boss. Termasuk perlakuan terhadap Bung Karno di Wisma Yaso oleh petugas keamanan yang kurang manusiawi.
Juga mengucilkan Nasution dan Ali Sadikin karena membuat Petisi 50 tahun 1980 dikenakan hukuman karatina sosial, elite sosialita Indonesia dilarang mengundang tamu ke acara, baik syukuran resepsi pernikahan bahkan pelayatan jenazh oleh Petisi 50 di tabukan.
Tapi saya dilapori bahwa Bung Chris ini mengundang Ali Sadikin pada resepsi pernikahan putrinya dan Bang Ali datang ke Shangri-la dalam barisan VIP bersama hampir seluruh menteri kabinet hadir di resepsi Jasmine Wibisono.
Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan maaf bahwa rumah Jasmine ikut terbakar di PIK bersama 80 rumah dan 500 yang dijarah pada the Rape of Jakarta Mei 1998.
CW: Saya dan keluarga saya sudah move on dari Mei 1998 mengantisipasi masa depan Pak Harto. Yang diperlukan bangsa ini adalah keberanian bertobat mengakui kesalahan masa lampau dan menatap serta menyongsong masa depan agar tragedi sepert Mei 1998 jangan terulang lagi.
Sebetulnya, pak Moer sering membisiki saya bahwa Pak Harto senang dengan kajian PDBI dan selalu melaksanakan troboan policy konkret. Mungkin pak Harto bisa mengekspose koalisi PDBI - Kabinet Pembangunan.
Soeharto: Ya tahun 1975 kan anda menang hadiah esei menyambut 30 tahun kemerdekaan RI yang isinya usulan UU Anti Monopoli dan Small Business Act. Tapi waktu anda tambahi ide itu dengan usulan pembatasan masa jabatan presiden 2 term, maka buku anda WIBK yang terbit Agustus 1977 memicu demo menuntut saya turun di SU MPR Maret 1978, saya breidel berikut Kompas dan Buku Putih Hema ITB.
Tapi tahun 1985 saya mengikuti trobosan studi PDBI dan terutama soal SGS. Kita mengontrakkan kepabeanan ke SGS untuk memacu expor. Nah tahap berikutnya mestinya Bea Cukai Indonesia mengakuisisi SGS sehingga kita akan menjadi negara birokrat yang sukses menswastakan bea cukai kemudian menjadi global player.
Nah, ini terus terang saja, kekurang cekatan elite birokrat dan tehnokrat untuk mengimplementasi ide trobosan Indonesia Inc jadi negara panutan menjadi korporasi pabean efisien. Kalau itu terjadi saya tidak perlu lengser 1998. Bea Cukai cuma 10 tahun di tangan SGS ya setelah itu politik sudah jenuh 1996 mendidih ke 1998. Semuanya sudah jadi sejarah.
Gus Dur: Nah saya juga agak keki ketika anda saya panggil pulang jadi Menko 10 Juni 2001, kok malah mengusulkan saya berdamai dengan mbak Mega, Saya terima buku kajian PDBI Anatomi 1886 Obligor BLBI di tangan BPPN. Saya memang telat memanggil pulang anda mestinya sejak Oktober 1999 begitu saya menggantikan pak Habibie, saya segera memakai kajian itu untuk menyelesaikan tuntas. Kamu saya panggil 10 Juni 2021 ternyata saya hanya bertahan 23 Juli, mbak Mega naik jadi Presiden ke-5.
CW:Terima kasih Gus, waktu itu kan anda minta saya dilantik 12 Juni padahal tinggal 40 jam, maka tehnis tidak akan mungkin kecuali pakai private jet.
Gus Dur: OK sudah itu kan nostalgia masa lalu. Saya cuma ingin anda dan Bung Karno melanjutkan Wawancara dan Sarasehan Imajiner seperti ini agar kita belajar tidak mengulangi, suksesi Babad Tanah Jawi Ken Arok dan kudeta tragis saling bunuh eksekusi antara elite.
Mungkin Bung Karno punya resep road map to transform Indonesia jadi negara peradaban civilization state yng inslusive, meritokratis, future oriented,
BK: Ya kita semua harus mawas diri dan menjadi panutan dan teladan tindakan nyata. Seperti yang diperlihatkan oleh Jokowi Prabowo itu rekonsiliasi berkelas global dan milenial serta historikal.Kalau Jokowi Prabowo tidak bersatu bahaya Indonesia jadi Uni Soviet Yugoslavia.
Tapi sekarang juga masih ada residu dari elite oligark yang merasa tida k kebagian dalam koalisi yang bisa saja melakukan politik bunuh diri dan bumi hangus model Taliban, Al Qaeda dan lone wolf serta radikalis yang tega atau tidak sadar, bisa memicu bunuh diri eksistensi RI sbg negara ke-4 dalam kuantitas atau gagal naik kelas karena terjebak The Middle Income Trap.
Kita perlu babak selanjutnya sarasehan ini untuk bicara konkret tentang situasi politik now, bukan masa lalu dan curhat sejarah lagi. Tapi Road Map mau apa yang kita lakukan di tengah kemelut suksesi Capres. Hari ini ada tagar Teh Botol Puan Maharani dan Nasi Ganjar Pranowo, serta Jokpro sebagai ganti ide Jokowi 3 periode itu yang harus kita bahas serius.
CW: Terima kasih diundang meliput sarasehan 21 Juni yang unik ini, Saya masih nego terus dengan crew untuk menyajikan seri WIBK ini bisa menarik seperti Drakor.
BK: You better do it fast, or we are not interested to daur ulang ide WIBK yang sudah lahir sejak 1977 atau udah ketiggalan zaman 44 tahun.*