https://vinosdeabona.com/slot-gacor/ https://www.tpcd.org.tr/slot-deposit-pulsa/ https://healthcare.skho.moph.go.th/labor-care/uploads/slot-deposit-pulsa/ https://seoscaning.com/slot-deposit-dana/ http://www.info-secur.ru/old/slot-deposit-pulsa-tanpa-potongan/ http://academia.uniminuto.edu/becassp/notas/jasabola/

Nasional

Temui Mendagri Tito, Gubernur Papua Beri Dukungan Terhadap Otsus dan Pemekaran

Oleh : very - Jum'at, 17/06/2022 21:55 WIB

Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe pada Jumat (17/06) menemui Menteri Dalam Negeri M.Tito Karnavian di ruang kerja Mendagri di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe sore ini (17/06) pukul 16.00- 17.25 menghadap Menteri Dalam Negeri M.Tito Karnavian di ruang kerja Mendagri di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

Pertemuan berlangsung hangat, diawali dengan sapaan Mendagri tentang kesehatan Lukas Enembe.

Lukas Enembe yang didampingi sejumlah pejabat Pemprov Papua, di antaranya Sekda Ridwan Rumasukun menyampaikan rasa gembira karena dapat bertemu langsung dengan Mendagri, niat yang sudah lama ia rencanakan tetapi terhalang oleh kesibukan.

Mendagri pada pertemuan itu menyampaikan pandangan seputar kebijakan terbaru pemerintah tentang pemekaran Papua dengan rencana membentuk tiga Daerah Otonomi Baru (DOB), yaitu  Provinsi Papua Tengah, Pegunungan Tengah dan Papua Selatan. RUU pembentukan ketiga provinsi tersebut kini sedang berproses di DPR.

Mendagri menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo memberi perhatian serius pada pembangunan dan kemajuan Papua .

Ini terlihat dari dari seringnnya Presiden mengunjungi Papua hingga ke pelosok, terhitung sampai 14 kali.

"Pemekaran dan UU Otsus yang baru dirancang untuk mempercepat pembangunan Papua dan meningkatkan kesejahteraan warga Papua," kata Tito seperti dikutip dari siaran pers Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga.

Tito mengatakan, kondisi geografis Papua sangat sulit. “Bayangkan dari Boven Digul, misalnya, seorang ASN harus menempuh 8 jam perjalanan untuk sampai ke Merauke. Juga dari daerah Pegunungan Tengah sangat sulit untuk mengakses ke ibu kota provinsi, Jayapura. Pemekaran diharapkan dapat meretas hambatan tersebut dan membuat pelayanan publik oleh pemerintah lebih cepat.  Buktinya Papua Barat berkembang seperti sekarang karena pemekaran," tandas Tito.

Tito kemudian bertanya langsung kepada Lukas Enembe tentang sikapnya terhadap pemekaran Papua, yang sempat diberitakan menyatakan penolakan.

"Siap Bapak Menteri, kami mendukung," jawab Lukas Enembe dengan cepat.

Mendengar jawaban itu Mendagri menjabat tangan Lukas Enembe dengan erat seraya menepuk punggungnya.

"Saya dukung pemekaran untuk tujuan pembangunan kesejahteraan masyarakat Papua," kata Lukas Enembe, seusai pertemuan menjawab pertanyaan wartawan.

Kepada Mendagri, Lukas Enembe sempat mengusulkan agar skenario pemekaran Papua menempuh pembagian berdasarkan wilayah adat menjadi tujuh provinsi.

Mendagri memberikan jawaban dengan mengatakan bahwa usul itu akan diakomodasi mengikuti kondisi dan kemampuan keuangan negara.

Untuk saat ini, kata Mendagri, pemekaran tiga provinsi baru di Papua menjadi prioritas yang sedang dibahas di DPR.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat, diwarnai oleh percakapan yang bersahabat.

Berbeda dengan kesan selama ini dalam pemberitaan media yang menggambarkan Lukas Enembe menolak keras pemekaran, pada pertemuan ini yang terlihat adalah pembicaraan positif saling mendukung antara Menteri dan Gubernur.

Lukas Enembe menyebut hubungannya dengan Mendagri Tito yang pernah menjabat Kapolda Papua selayaknya relasi kakak dan adik.

Di akhir pertemuan, Lukas Enembe menyampaikan permohonan izin kepada Mendagri untuk menjalani pengobatan di luar negeri.

Mendagri yang pada pertemuan didampingi oleh Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro  dan Dirjen Polpum Kemendagri, Bahtiar,  mengatakan permohonan tersebut langsung dikabulkan dan surat izin telah disiapkan oleh sekjen sesuai dengan ketentuan. ***

Loading...

Artikel Terkait