https://vinosdeabona.com/slot-gacor/ https://www.tpcd.org.tr/slot-deposit-pulsa/ https://healthcare.skho.moph.go.th/labor-care/uploads/slot-deposit-pulsa/ https://seoscaning.com/slot-deposit-dana/ http://www.info-secur.ru/old/slot-deposit-pulsa-tanpa-potongan/ http://academia.uniminuto.edu/becassp/notas/jasabola/

Bisnis

Rizal Ramli: Kenaikan Harga BBM Sangat Kontradiktif dengan Pernyataan Pemerintah Selama Ini

Oleh : very - Sabtu, 10/09/2022 23:07 WIB

Ekonom Senior, Dr. Rizal Ramli. (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai sangat kontradiktif dengan pernyataan pemerintah selama ini. Pasalnya, pemerintah mengatakan bahwa perekonomian bangsa ini sangat kuat. Namun, kenyataannya, sangat jauh panggang dari api.

Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan pernyataan pemerintah itu sangat kontradiktif dengan kenyataan. Sebelumnya pemerintah mengatakan perekonomian Indonesia sangat kuat dan Indonesia juga mengalami surplus akibat kenaikan beberapa komoditi.

“Katanya Indonesia hebat kuat ada surplus dari kenaikan beberapa komoditi. Dari batubara misalnya naik dari 60 dolar sampai di atas 200 dan sebagainya. Tadi ngaku-ngakunya surplus tapi sekarang ngaku tidak punya uang,” ujar mantan Menko Perekonomian itu seperti dikutip dari tayangan Karni Ilyas Club, Sabtu (10/9/2022).

Mantan Menko Kemaritiman itu mengatakan, sebagai seorang ekonom, dirinya menganggap angka-angka tersebut merupakan barang suci. Karena itu, tak boleh diubah-ubah seenaknya saja.

“Saya ini ekonom yang menganggap angka sebagai barang suci seperti di pengadilan sebagai barang bukti. Saya dengan staf kalau ada yang salah angka sangat marah. Karena kalau angka diubah-ubah bagaimana mau analisa,” ujar Bang RR – sapaan Rizal Ramli.

Mantan Kepala Bulog tersebut menilai bahwa saat ini kredibilitas angka-angka yang sangat suci untuk menganalisa tersebut justru telah dirusak hanya demi untuk menyenangkan atasan saja.

Aktivis Pergerakan ini mengatakan, kenaikan harga bahan bakar minyak yang telah dilakukan pemerintah saat ini justru akan menyengsarakan rakyat. Dan hal tersebut, katanya, sangat tidak beralasan.

Kebijakan tersebut juga dinilai sangat tidak tepat lantaran kondisi masyarakat yang sedang berusaha bangkit dari pandemi COVID-19.

“Rakyat kita kan dua tahun kena COVID, berat sekali itu. Duit yang beredar juga masih sedikit. Nah ini COVID selesai waktunya bangkit. Baru mau bangkit sudah dicekok dengan harga BBM. Ini tidak bijaksana dan seenak-enake. Karena tidak ada alasan wong harga minyak mentah internasional turun,” katanya.

Bang RR mengatakan bahwa harga minyak mentah dunia saat ini justru mengalami penurunan. Jika pada awal perang Ukraina harga minyak mentah dunia 120 dollar perbarel, maka saat ini harga minyak mentah dunia sudah kembali turun menjadi 87 dollar.

“Apalagi dua hari lalu di sidang OPEC, nyaris tidak ada pemotongan produksi yang tinggi. Artinya tren minyak bakal turun,” ujar RR. ***

 

Loading...

Artikel Terkait