https://vinosdeabona.com/slot-gacor/ https://www.tpcd.org.tr/slot-deposit-pulsa/ https://healthcare.skho.moph.go.th/labor-care/uploads/slot-deposit-pulsa/ https://seoscaning.com/slot-deposit-dana/ http://www.info-secur.ru/old/slot-deposit-pulsa-tanpa-potongan/ http://academia.uniminuto.edu/becassp/notas/jasabola/

Nasional

Pecinta Mobil Lawas, Ahwil Lutan Bersama "Simpanannya" Ikut Pameran VW di Yogya

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 22/09/2022 12:07 WIB

Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Drs. Ahwil Luthan, SH, MBA, MM bersama VW Beetlesnya

Jakarta, INDONEWS.ID - Ada yang mengejutkan di balik sosok Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Drs. Ahwil Luthan, SH, MBA, MM.Ia ternyata, Ahwil Lutan adalah pecinta mobil lawas.

Buktinya, Jenderal purnawirawan yang pernah menjadi pimpinan Badan Narkotika Nasional (BNN) ini ternyata punya simpanan (koleksi-red) Volkswagen (VW) Beetle sejak muda.

Mantan Dubes Indonesia untuk Meksiko merangkap Panama, Honduras dan Costa Rica yang kini masih aktif di Badan Narkotika Nasional (BNN) itu menyimpan koleksi VW Beetel Ultima edision tahun 2005 dengan rapi di garasi rumahnya.

Mobil lawas dengan desain mirip kodok dan menurut Ahwil - hanya ada satu-satunya di Asia itu pernah ditawar mahal, tapi sosok pejabat dan aktivist anti narkoba itu tak tertarik melepas koleksi kesayangannya itu.

Dalam pekan ini, mobil dengan taksiran harga lebih dari Rp1 miliar ini akan diikutkan dalam pameran otomotif khusus mobil keluaran Jerman bermerk Volkswagen di Yogyakarta pada Sabtu-Minggu, (24-25/9/22) mendatang.

“Yang ini, jumlahnya terbatas dan hanya ada satu di Asia. Kami akan pameran di Yogya pada 24-25 September ini,” ujar Komjen Ahwil pada Kamis (22/9/22).

Mengenal VW Beetle Ultima

Sebagaimana dikutip Matra dari Carscoops pada Rabu (3/6/2015), mobil yang dinamakan Última Edición ini adalah salah satu unit terakhir yang dibuat sebelum produksi VW Kodok dihentikan pada 2003.

Meskipun dibanderol dengan harga sangat mahal, Volkswagen yakin bahwa mobil ini akan tetap laku. Keyakinan ini bukan tanpa sebab, mengingat banyak penggemar VW sangat fanatik dan rela mengeluarkan berapapun untuk mobil ini.

Untuk diketahui, VW Kodok pertama kali diproduksi pada 1936 atas permintaan Adolf Hitler dan berhenti diproduksi pada 2003.

Kemudian, pabrikan Bavarian ini menetaskan generasi terbaru dengan embel-embel ‘new’ di depan merek Beetle.W Klasik dengan harga yang selangit.

Cerita Sang Sahabat

Sang sahabat, Pemimpin Redaksi Indonews.id, Drs. Asri Hadi mengatakan Ahwil Luthan adalah sosok yang tegas. Namun di balik ketegasannya, dia juga hobi koleksi mobil lawas.

Asri Hadi mengatakan bahwa dirinya telah lama berteman dengan Komjen Ahwil saat dirinya mulai aktif menjadi aktivist anti narkoba di BERSAMA dan Ahwil di BNN.

Selanjutnya, kata Asri Hadi, mereka bersama-sama mendirikan majalah yang khusus mengulas masalah narkoba bernama Majalah HealthNews.
Ahwil, kata Asri Hadi, adalah sosok yang sangat peduli terhadap masa depan generasi muda bangsa.

Hal itulah yang memperteguh langkah Ahwil Luthan dalam memberantas masalah narkoba di Indonesia. Ahwil Luthan, tambah Asri Hadi, memiliki pengetahuan yang sangat luas dan mendalam terkait masalah narkoba.

Hal ini dipertebal ketika beliau dipercayakan menjadi Dubes untuk Meksiko merangkap Panama, Honduras dan Costa Rica. Dimana di negara-negara tersebut menjadi sentral kejahatan narkoba global. Di sana beliau mendalami permainan para mafia narkoba global tersebut.

Ajang Temu Kumpul Para Tokoh Nasional Pemilik VW

Dalam pameran ini dikabarkan akan diikuti oleh mobil para tokoh nasional seperti Bambang Soesatyo ketua MPR RI, mantan Kapolri Jenderal Pol Purn Roesman Hadi, mantan Wakapolri Komjen Pol Purn, Nanan Sukarna dan masih banyak lagi.

Dari informasi yang diperoleh media ini, kegiatan ini diselenggarakan oleh Mentaok VW Team (MVWT) Jogjakarta melalui Jogjakarta Rame Volkswagen (JRVW).

MVWT Yogyakarta sebagai salah satu anggota dari Volkswagen Indonesia Association (VIA) didaulat menjadi penyelenggara Jambore Nasional (Jamnas) Volkswagen Indonesia ke-51.

Hal itu membuat untuk tahun ini lebih spesial sebab JRVW dan Jamnas VW akan digabung menjadi satu acara. Penyelenggaraan JRVW tahun ini sendiri akan bertajuk JRVW2022 X JAMNAS51VIA: `Ngumbar Katresnan`.

Dalam rilisnya, panitia JRVW mengatakan perkembangan otomotif klasik di Indonesia melaju cukup pesat dalam satu dekade belakangan ini. Hal itu yang menggerakkan MVWT Jogjakarta, sebuah klub VW yang telah berdiri sejak tahun 2015 di Yogyakarta untuk mengambil andil dalam geliat event otomotif tanah air ini.

MVWT Jogjakarta menyelenggarakan Jogjakarta Rame Volkswagen (JRVW) setiap 2 tahun sekali. Tahun ini mengambil tema “Ngumbar Katresnan” yang artinya berbagi kebahagiaan/cinta.

"Harapannya, event ini dapat menjadi ajang silaturahmi, dengan menghadirkan penggiat dan penggemar VW se-Nusantara dalam acara yang penuh keakraban dan kegembiraan". Demikian tulis panitia.

JRVW2022 X JAMNAS51VIA ini akan digelar pada hari Sabtu dan Minggu, 24-25 September 2022 bertempat di Jogja Expo Center (JEC). Nantinya seluruh Hall Indoor dan area Outdoor JEC akan dipenuhi dengan Kontes dan Display VW.

Tidak hanya itu saja, ada pula bursa otomotif atau marketplace, pasar kuliner, hiburan dan berbagai kegiatan lainnya. Termasuk salah satu acara utama adalah Gathering dan Sharing.

Pada puncak acara JRVW2022 X JAMNAS51VIA ini cukup berbeda dari event otomotif lain. Dimana peserta, pengunjung hingga tamu undangan akan makan lesehan bersama di venue.

Hal ini untuk mencerminkan paseduluran, kebersamaan dan kesetaraan yang menjadi semangat dalam event ini. Mengingat berkumpul dan berbagi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan.

Selain itu, JRVW juga akan mengadakan acara bakti sosial pada hari kedua penyelenggaraannya dengan anak-anak di Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI).

Guna lebih memeriahkan acara otomotif tersebut, JRVW juga menghadirkan `Tondo Tresno` atau diketahui sebagai hadiah undian dalam event tersebut. Sebuah mobil VW T5 Caravelle tahun 2008 siap diboyong pulang salah satu pengunjung yang beruntung.

Dengan membeli Paket Tondo Tresno mulai dari Rp25 ribu, pengunjung sudah bisa mendapatkan akses masuk JRVW 2022, official merchandise serta berkesempatan mengikuti undian Tondo Tresno.*(Rikard Djegadut).

Loading...

Artikel Terkait