Nasional

Prof Tjandra: Rumah Sakit Harus Bisa Mengantisipasi Kemungkinan Krisis Kesehatan di Masa Datang

Oleh : very - Sabtu, 19/10/2024 19:50 WIB


Direktur Pascasarjana Universitas YARSI dan Guru Besar FKUI Prof Tjandra Yoga Aditama. (Foto: ist)

Jakarta, INDONEWS.ID – Salah satu program Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka disebutkan bahwa mereka akan mendirikan rumah sakit berkualitas di seluruh kabupaten di negeri ini.

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI dan Guru Besar FKUI Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, dalam Seminar Nasional Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) XX yang berjalan bersama Kongres XVI, ia mempresentasikan topik tentang masalah ketahanan kesehatan dan kaitannya dengan pelayanan rumah sakit.

Dia mengatakan bahwa rumah sakit harus mampu mengantisipasi kemungkinan krisis kesehatan di masa datang, mulai dari kepekaan atau “alertness” tentang kemungkinan penyakit yang mewabah.

Selain itu, kata mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara ini, rumah sakit juga harus memiliki kesiapan sumber daya dalam menghadapi krisis yang akan melanda.

“Yang saya usulkan sejak sekarang dibuat ‘hospital emergency disaster plan’ sampai kepada pemikiran ‘out of the box’ untuk makin meningkatkan pelayanan kesehatan rumah sakit, tapi dilakukan di rumah pasien sendiri,” ujar mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes ini.

Untuk yang terakhir ini, katanya, ada misalnya konsep rumah sakit tanpa dinding (“hospital without wall”) atau juga bangsal maya (“virtual ward”).

“Hal ini perlu mulai dikembang-luaskan oleh rumah sakit di negara kita. Di sisi lain, saya juga menyampaikan agar rumah sakit tidak hanya melayani orang yang sudah jatuh sakit, tetapi juga orang yang masih sehat dan ingin tetap sehat, dan untuk ini saya usulkan agar tersedia ‘wing sehat’ di rumah sakit,” ujarnya.

Dalam acara ini, PERSI menyelenggarakan Kongres PERSI XVI, dan menganugerahkan penghargaan Paramakarya Parama Husada. Penghargaan ini adalah penghargaan tertinggi PERSI yang diberikan kepada tokoh masyarakat/lembaga/instansi atas perhatian yang besar serta melakukan prakarsa dalam pengembangan upaya di bidang perumahsakitan pada umumnya dan rumah sakit pada khususnya.

Ada tiga orang penerima penghargaan Paramakarya Parama Husada ini, yaitu Prof Nila Moeloek, Menteri Kesehatan RI 2014-2019, Dr Nafsiah Mboi Menteri Kesehatan RI 2012-2014, dan Prof Tjandra Yoga Aditama.

Prof Tjandra menyebutkan bahwa dirinya mendapat penghargaan dalam ruang lingkup pengendalian penyakit termasuk COVID-19 di Indonesia pada umumnya dan di Rumah Sakit khususnya.

“Saya tentu merasa bersyukur dan berterimakasih atas penghargaan ini, dan menyampaikan tiga harapan,” ujarnya.

Pertama, semoga PERSI semakin berjaya dalam kinerjanya berbakti pada bangsa dan negara.

Kedua, semoga rumah sakit di Indonesia dapat terus menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada seluruh rakyat kita.

Ketiga, semoga perkembangan rumah sakit di Indonesia dapat terus berkembang pesat -tentunya termasuk RS Kabupaten yang akan menjadi program Pemerintah Baru kita.

“Hal ini untuk menuju pencapaian derajat kesehatan yang terbaik bagi anak bangsa, menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya. ***

 

Artikel Lainnya