Nasional

Danantara Sebut Orange Bonds PNM Berdampak Langsung bagi Keluarga Prasejahtera

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 08/07/2025 17:42 WIB


Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi saat meninjau nasabah PNM Mekaar di Dusun Klemungsari, Banyuwabgi, Jawa Timur, Jumat (27/9/2024).

Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatatkan sejarah baru sebagai lembaga keuangan pertama di Indonesia yang menerbitkan Orange Bonds, instrumen keuangan sosial berorientasi kesetaraan gender. Penerbitan ini disambut positif oleh Danantara Indonesia, yang menilai langkah tersebut akan mendorong pengembangan kapasitas usaha perempuan prasejahtera, khususnya nasabah program Mekaar dan Mekaar Syariah.

“Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, PNM akan terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan,” tulis akun Instagram resmi Danantara Indonesia, @danantara.indonesia, dikutip Selasa, 8 Juli 2025.

Orange Bonds adalah instrumen obligasi dan sukuk yang secara spesifik ditujukan untuk mendukung program-program yang memajukan kesetaraan gender. Nama "orange" merujuk pada warna ikon Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-5 PBB, yaitu kesetaraan gender.

PNM menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dengan nilai total mencapai Rp16 triliun, terdiri dari Obligasi PUB senilai Rp6 triliun dan Sukuk Mudharabah PUB sebesar Rp10 triliun. Dana hasil penerbitan ini akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung program Mekaar dan Mekaar Syariah, yang menyasar perempuan dari keluarga prasejahtera melalui dukungan modal finansial, intelektual, dan sosial.

Hingga tahun 2025, tercatat 15,8 juta perempuan menjadi nasabah aktif PNM Mekaar, menjadikannya salah satu program pemberdayaan perempuan terbesar di Indonesia.

Menurut Danantara, penerbitan Orange Bonds ini menunjukkan komitmen PNM dalam membangun sistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) dan kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG).

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyatakan bahwa pasar menyambut baik penerbitan surat berharga ini. Obligasi mendapatkan peringkat idAAA dan sukuk memperoleh idAAAsy dari lembaga pemeringkat Pefindo, yang menandakan prospek stabil meskipun diterbitkan di tengah ketidakpastian geopolitik global.

“Instrumen surat berharga yang berfokus dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia masih sangat minim dan ini merupakan yang pertama di pasar modal Indonesia. Langkah ini merupakan wujud nyata dari semangat kami untuk menghadirkan investasi berdampak,” ujar Arief.

Distribusi efek dilakukan secara elektronik pada 8 Juli 2025, sementara pencatatan di Bursa Efek Indonesia akan dilakukan pada 9 Juli 2025. Pembayaran bunga obligasi dan imbal hasil sukuk akan dilakukan setiap tiga bulan sekali sejak tanggal emisi.

Artikel Lainnya