Jakarta, INDONEWS.ID – Tuduhan mengejutkan dilontarkan seorang pejabat senior Iran, Abdollah Ganji, yang menuding Israel menggunakan "roh-roh gaib dan kekuatan supranatural" selama konflik bersenjata yang terjadi antara kedua negara bulan lalu. Klaim tersebut memicu reaksi luas, termasuk sindiran tajam dari badan intelijen Israel, Mossad.
Ganji, yang merupakan mantan editor surat kabar Javan—media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)—menyampaikan pernyataan kontroversial itu di akun media sosial X/Twitter miliknya pada Rabu (10/7), dan langsung menuai sorotan publik. Ia mengatakan terjadi “fenomena aneh” selama perang 12 hari antara Iran dan Israel.
“Setelah perang baru-baru ini, beberapa lembar kertas ditemukan di jalan-jalan Teheran berisi jimat-jimat dengan simbol-simbol Yahudi,” tulis Ganji kepada lebih dari 150.000 pengikutnya.
Ganji bahkan mengaitkan tuduhannya dengan peristiwa masa lalu. Ia menyebut bahwa pada tahun pertama perang di Gaza, pernah beredar laporan mengenai pertemuan PM Israel Benjamin Netanyahu dengan para ahli ilmu gaib.
Lebih lanjut, ia mengutip pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang beberapa tahun silam mengatakan bahwa intelijen Barat dan Yahudi diduga memanfaatkan ilmu gaib dan entitas jin dalam operasi spionase.
Pernyataan Ganji langsung memicu gelombang komentar sinis dan sarkastik di dunia maya. Akun resmi Mossad dalam bahasa Persia merespons dengan keras:
“Menggunakan narkoba dan berbicara dengan jin bukanlah sifat yang diinginkan bagi seseorang yang memimpin suatu negara.”
Pernyataan Mossad tersebut kemudian di-repost oleh Waleed Gadban, Penasihat Politik Israel untuk PBB, dengan caption nyinyir dalam bahasa Persia, "Jin, jin ada di mana-mana," disertai dengan emoji hantu 👻.
Dalam tradisi Islam, jin dikenal sebagai makhluk gaib yang disebutkan dalam Al-Quran. Mereka dikonseptualisasikan sebagai makhluk yang memiliki kehendak bebas, mampu berbuat baik maupun jahat, dan akan dipertanggungjawabkan di akhirat, sebagaimana manusia.
Konflik militer Iran-Israel terjadi setelah serangan mendadak Israel terhadap beberapa sasaran sipil, militer, dan nuklir utama di Iran pada 13 Juni 2025. Serangan ini memicu perang terbuka selama 12 hari yang menelan korban jiwa besar di pihak Iran.
Dalam beberapa jam pertama, pasukan Israel dilaporkan membunuh sejumlah tokoh militer penting Iran, ilmuwan nuklir, serta melancarkan serangan terhadap fasilitas strategis. Bahkan, upaya pembunuhan terhadap Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dikabarkan terjadi, meski gagal.
Amerika Serikat, sekutu dekat Israel, ikut campur tangan secara langsung pada hari ke-9 dengan mengebom tiga situs nuklir Iran.
Pemerintah Iran baru-baru ini mengonfirmasi angka korban tewas akibat perang tersebut mencapai 1.060 jiwa, dan memperingatkan jumlah itu kemungkinan besar akan terus bertambah.
Ini bukan kali pertama isu supranatural mencuat dalam narasi politik Iran. Sebelumnya, pejabat Iran telah beberapa kali menyinggung penggunaan ilmu gaib oleh musuh-musuh negara, termasuk menyebut jin sebagai bagian dari operasi intelijen asing.
Namun tuduhan semacam ini sering kali memicu kontroversi dan memperuncing ketegangan diplomatik maupun persepsi publik terhadap kredibilitas pemerintah dalam merespons konflik nyata.