Jakarta, INDONEWS.ID - Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia menggelar resepsi di Grand Ballroom Lantai 2 Hotel Shangrila Jakarta, pada Selasa (22/7) malam. Acara tersebut untuk memperingati 98 tahun berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat ( TPR) Tiongkok ke-98.
Resepsi ini dihadiri oleh Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia His Excellency Wang Lutong, Atase Pertahanan Tiongkok di Indonesia Senior Colonel Xu Sheng beserta para diplomat dari Kedutaan Besar Tiongkok, Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA, dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi, Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro.

Selanjutnya hadir juga mantan KASAL Laksamana TNI ( Purn) Dr. Marsetio, Irjen Kemhan Letjen TNI Rui Fernando Duarte, Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI ( Purn) Dr. Anton Nugroho serta Corps Diplomatik negara asing termasuk para atase militer dari berbagai negara yang bertugas di Indonesia. Turut hadir Police Counsellor Qiao Hao dari Kedutaan Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia.

Hadir pula sejumlah perwakilan dari sektor bisnis Indonesia antara lain Fofo Sariatmadja, Komisaris PT Elang Mahkota Teknologi, Ismeth Wibowo, Komisaris PT Sunra, Distributor Indonesia dan perusahaan Tiongkok yang beroperasi di Indonesia serta masyarakat dan komunitas Tionghoa di Indonesia.

Resepsi ini juga dihadiri oleh Ketua PB NU Choirul Soleh Rasyid, Sucipto dari Topwe Indonesia Investment Service Center, Ationg konsultan bisnis, Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, dan para pejabat Kementerian Pertahanan, Unhan RI, Mabes TNI serta pejabat lain.

Acara dibuka dengan penghormatan dengan menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara, Indonesia Raya dan March of The Volunteers sebagai lambang persahabatan dan penghargaan antar bangsa.

Sejarah Gemilang dan Pencapaian Tentara Pembebasan Tiongkok
Atase Pertahanan Tiongkok, Senior Colonel Xu Sheng mewakili Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, H.E. Wang Lutong, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para sahabat dari berbagai kalangan yang telah mendukung perjalanan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok ( PLA) selama 98 tahun.
Senior Kolonel Xu Sheng, mengulas sejarah gemilang dan pencapaian abadi Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok, dan menekankan bahwa Tentara Rakyat terus bergerak menuju tujuan membangun tentara kelas dunia.
Dia mengatakan, militer Tiongkok mengimplementasikan inisiatif keamanan global dengan tindakan nyata, berpartisipasi aktif dalam pemeliharaan perdamaian internasional, pengawalan maritim, penyelamatan kemanusiaan, dan operasi lainnya, serta senantiasa menjadi pembangun perdamaian dunia, kontributor bagi pembangunan global, dan pembela ketertiban internasional.
Dia mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, di bawah arahan dan dorongan Presiden Xi Jinping dan Presiden Prabowo, kemitraan strategis komprehensif antara kedua negara terus berkembang, membuka babak baru dalam pembangunan bersama komunitas bermasa depan bersama antara Tiongkok dan Indonesia.
Dikatakannya, saat ini, pertukaran dan kerja sama kedua negara di berbagai bidang semakin erat dan membuahkan hasil, yang telah membawa manfaat bagi rakyat kedua negara dan memberikan kontribusi positif bagi perdamaian, stabilitas, pembangunan, dan kerja sama dunia dan regional.
“Kami akan tetap berkomitmen untuk menjadi tetangga, sahabat, dan mitra yang baik bagi Indonesia,” ujarnya.

Dalam sambutan di resepsi dia mengatakan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok adalah tentara rakyat dengan sejarah yang gemilang. Selama 98 tahun terakhir, tentara heroik ini telah memberikan kontribusi yang tak terlupakan bagi perjuangan kemerdekaan nasional dan pembebasan rakyat, bagi perlindungan kedaulatan nasional, kepentingan keamanan dan pembangunan, bagi pemeliharaan perdamaian dunia, dan promosi pembangunan manusia.
"Di era dan perjalanan baru ini, militer Tiongkok akan sepenuhnya menerapkan gagasan Xi Jinping tentang penguatan militer dan pemikiran strategis militer, berfokus pada tujuan peringatan 100 tahun berdirinya tentara, secara aktif mempraktikkan konsep komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia dan tanggung jawab internasional militer negara adidaya, serta berupaya memberikan dukungan strategis yang kuat bagi tujuan besar peremajaan bangsa Tiongkok dan promosi perdamaian dan pembangunan dunia," ujar Atase Xu Sheng.

Dia melanjutkan dalam beberapa tahun terakhir, di bawah arahan strategis kedua kepala negara, hubungan antara Tiongkok dan Indonesia serta militer kedua negara terus menguat.
Presiden Xi Jinping mengunjungi Indonesia untuk pertama kalinya setelah Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-20, Presiden Prabowo teleh mengunjungi Tiongkok setelah terpilih dan dilantik.
Kedua pihak juga telah membentuk mekanisme dialog "2+2" antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan. Kedua militer telah menjalin interaksi yang erat di tingkat senior, menunjukkan momentum yang baik melalui perkembangan yang pesat dalam latihan dan pelatihan bersama, kunjungan kapal, pelatihan personel, dan kerja sama multilateral.
Ismeth Wibowo kepada media ini menjelaskan bahwa TPR Tiongkok adalah sebuah tentara rakyat dengan sejarah yang gemilang.

”Selama 98 tahun angkatan bersenjata yang heroik ini telah memberikan kontribusi yang tidak terhapuskan dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan pembebasan rakyat Tiongkok, melindungi kedaulatan, keamanan dan kepentingan pembangunan negara serta memelihara perdamaian dunia dan mendorong perkembangan umat manusia,” ujar Ismeth.

Resepsi berlangsung dalam suasana khidmat, meriah dan bersahabat. Para tamu menyampaikan ucapan selamat atas peringatan 98 tahun berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok. *