Jakarta, INDONEWS.ID – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Prada Yahya di Jalan Handil Jaya Baya, Desa Patih Muhur Baru, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Prajurit TNI Yonif 500/Sikatan itu gugur dalam kontak tembak dengan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua pada Jumat (8/8/2025) pagi.
Jenazah almarhum tiba di rumah duka pada Sabtu malam (9/8) sekitar pukul 22.45 WITA. Kedatangannya disambut isak tangis keluarga, warga, dan personel Kodim 1005/Barito Kuala serta Koramil 1005/08 Anjir Muara.
Ayah almarhum, Dariansyah (60), menceritakan perbincangan terakhir dengan putranya sehari sebelum insiden. Yahya sempat menelepon berkali-kali untuk menanyakan kabar dan mengungkapkan rasa rindu. Ia mengatakan dalam dua hari ke depan tidak bisa dihubungi karena akan menjalani dinas operasi.
Namun, kabar duka datang tak terduga. Personel Babinsa yang datang ke rumah langsung menyampaikan bahwa putranya gugur dalam tugas. “Saya hanya bisa terdiam, sementara istri saya langsung histeris,” tutur Dariansyah.
Prada Yahya lahir pada 19 Januari 2000 dan merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Selepas lulus SMK 2 Marabahan, ia mendaftar TNI dan menjalani pendidikan di Kodam VI/Mulawarman sebelum ditempatkan di Yonif 500/Sikatan, Surabaya. Awal tahun ini, ia sempat pulang kampung untuk cuti sebelum bertugas ke Papua pada Februari 2025.
Menurut Dariansyah, putranya dikenal pemberani dan gigih sejak kecil. Hobi memelihara ayam jago, mencari ikan, hingga berani menangkap ular piton sendirian. Keinginan menjadi prajurit TNI muncul dari ajakan teman dan motivasi pamannya, yang membuatnya nekat mencoba hingga akhirnya lulus seleksi.
Bentrok dengan OPM terjadi sekitar pukul 10.05 WIT di wilayah pegunungan. Yahya tertembak di dada kanan atas dari arah ketinggian, peluru menembus rompi anti peluru. Meski sempat mendapat perawatan, nyawanya tak tertolong.
Jenazah diterbangkan dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Jakarta, lalu ke Banjarbaru untuk upacara penyambutan, sebelum akhirnya dimakamkan di kampung halamannya.