Jakarta, INDONEWS.ID - Perayaan ulangtahun ke 123 Mohammad Hatta berjalan penuh khidmat ditengah guyuran hujan deras di pemakaman Bapak Bangsa, Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Perayaan diisi dengan pameran seni, kliping pemberitaan, dan mengenal pahlawan nasional yang juga di makamkan di Tanah Kusir. Ingatkan pemuda untuk meneladani integritas tokoh bangsa.
Hujan deras mengguyur wilayah Jakarta, Selasa (12/08) tak terkecuali di taman pemakaman umum Tanah Kusir, saat Yayasan Bung Hatta menggelar perayaan ulangtahun sang Proklamator di lokasi tersebut.
Puteri sulung bung Hatta Prof. Dr. Meutia Hatta mengatakan, di perayaan kali ini pihaknya menampilkan warna baru, yaitu berziarah sambil menyampaikan infomrasi terkait tekad bung Hatta tidak ingin di makamkan di taman makam pahlawan, dan diikuti tokoh bangsa yang juga punya integritas.
"Kami wujudkan dengan pameran foto, arsip dan karya seni dari para tokoh bangsa. Dan ini petunjuk penting bahwa integritas bisa dibangun dan berkembangbiak mindset-nya dari para tokoh tersebut bukan sekedar konsep tapi bisa dilaksanakan. Seperti kata bung Hatta, tindakan lebih penting dari kata-kata", ungkapnya.
Ia pun mengingat pesan ayahnya, tindakan lebih penting daripada kata-kata, ucapkan itu menjadi teladan bagi puteri-puteri bung Hatta, bahwa seseorang itu harus sama kata dan perbuatannya. Wujud integritas yang harus ditanamkan ke kaum pemuda agar mengisi diri meeka, supaya bisa menjadi pemimpin Indonesia yang berintegritas.
Menurutnya, integritas itu bukan hanya di konsep atau pidato tapi dilaksanakan dan memberikan tauladan, sehingga bangsa kita menjadi lebih baik dan negara kita menjadi adil dan makmur.
Karena itu ia mengingatkan pada pemuda untuk meneladani integritas bung Hatta dan sejumlah tokoh nasional yang juga di semayamkan di TPU Tanah Kusir seperti, Wilopo, MR Roem, Kasman Singodimejo, AR Baswedan, Saifuddin Zuhri, Hamka, Soedarpo Sastrosatomo, Soedjatmiko, Syafruddin Prawiranegara, Hasyim Ning, Soekanto Said, dan Ali Sadikin.
Lalu ia katakan, pemuda harus meneladani integritas itu agar membangun Indonesia di masa depan. Kita tidak ingin Indonesia menjadi bangsa yang terpuruk dan diserahkan nasibnya ke bangsa lain.