Oleh: Markus RA `kepra` Prasetyo*)
Ke manakah pergi
Mencari matahari
Ketika salju turun
Pohon kehilangan daun
Cuplikan lagu Salju karya Sam Bimbo dan Wing Kardjo ini tiba-tiba terngiang di telinga saya saat mendengar sang pelantunnya berpulang. Darmawan Hardjakusumah yang lebih dikenal dengan nama Acil Bimbo telah sampai pada titik akhir perjalanannya. Hidupnya begitu berarti. Suaranya yang berat, kadang mengalun sendiri, kadang berpadu merdu dalam harmoni bersama Sam dan Jaka, menemani dan menginspirasi banyak orang.
Sejak SMP saya mendengarkan lagu-lagu Trio Bimbo. Baik melalui piringan hitam, dan kaset serta radio saat nama group ini berganti dengan Bimbo. Tanpa Trio. Dan plus Iin Parlina. Mulai dari album pertamanya yang antara lain berisikan lagu Pinang Muda, Flamboyan, juga Melati Dari Jayagiri. Dan terus setia mengikuti lagu demi lagu yang dilahirkan oleh Bimbo.
Bahkan untuk mereka yang sebaya dengan saya pasti tidak pernah lupa kalau lagu-lagu Bimbo menjadi lagu wajib saat kongkow sambil gitaran. Di mana saja. Di buk depan rumah gadis idaman, saat camping di Cibodas, saat jaga kampus era mogok kuliah tahun 1980an, dan di mana saja. Apalagi untuk yang jago main gitar. Memainkan fingerstyle guitar Melati Dari Jayagiri adalah jurus ampuh untuk memenangkan kompetisi meluluhkan hati idola.
Bimbo sangat kreatif dan peduli pada hal-hal yang terjadi di tengah masyarakat. Tante Sun, Cinta Kilat, Abang Becak dan lagu-lagu dengan tema jenaka hadir dengan penuh empati serta menghibur dengan segar.
Bimbo identik dan sangat kuat dengan lagu-lagu religi. Untaian nada indah dan merdu selalu menemani Indonesia di sepanjang bulan suci Ramadhan dan saat merayakan Idul Fitri. Bimbo juga melahirkan lagu-lagu `klasik` . Ada yang ditulis sendiri dan ada yang berkolaborasi dengan penulis lagu dan sastrawan ternama Indonesia. Dan di lagu-lagu `klasik` ini suara Acil hadir mewarnai khazanah musik Indonesia.
Selamat jalan Kang Acil. Flamboyan, Bulan Merah, Adinda, Cinta, Salju, Sajadah Panjang dan semua lagu-lagumu bersama Bimbo akan terus ada, tak akan terhapus dalam catatan perjalanan musik Indonesia, dan dalam kenangan banyak orang yang mencintaimu.
Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan rukuk
Hamba sujud tak lepas kening hamba
Mengingat Dikau sepenuhnya
(Cuplikan lagu Sajadah Panjang karya Taufiq Ismail/Jaka Purnama Hardjakusumah)
*) Markus RA `kepra` Prasetyo menjabat sebagai Direktur Program dan Berita TVRI saat pergelaran Tali Silaturahim, ITB Menyanyi Bimbo, Juli 2015, di TVRI