Jakarta, INDONEWS.ID – Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara (LPKN) resmi menerbitkan enam jilid Ensiklopedia Sunda Betawi sebagai referensi pendidikan muatan lokal bagi siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Ensiklopedia ini memuat kekayaan alam, budaya, pariwisata, geografi, kuliner, hingga kerajinan etnis Sunda dan Betawi yang membentang di wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan Banten. Kehadirannya diharapkan menjadi rujukan penting dalam memperkuat identitas sekaligus menjaga kearifan lokal yang kian tergerus arus globalisasi dan era digital.
“Dalam kondisi sekarang ini, kita harus terus berjuang menjaga, merawat, dan melestarikan kearifan lokal. Nilai-nilai yang diwariskan para leluhur adalah kekuatan dalam menjaga jati diri bangsa Indonesia,” demikian pernyataan pengantar dari LPKN.
Harmoni Alam dan Budaya
Dalam jilid-jilid ensiklopedia ini, tergambar pesona alam Sunda–Betawi yang menawan, mulai dari Gunung Tangkuban Perahu, Kawah Ciwidey, Ujung Kulon di Banten, hingga Kepulauan Seribu di Jakarta. Keindahan tersebut dipadukan dengan kekayaan budaya yang khas, seperti Angklung, Wayang Golek, Seren Taun, Ondel-ondel, Lenong, Gambang Kromong, hingga tradisi Debus dan budaya Orang Kanekes.
Tak hanya itu, ensiklopedia juga mengulas potensi geografis, ragam kuliner—mulai dari nasi timbel hingga soto Betawi—serta kerajinan tradisional seperti anyaman bambu, batik, dan wayang golek. Semua menjadi representasi filosofi hidup masyarakat Sunda–Betawi yang selaras dengan alam.
Direktur Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia, Hilmar Farid, menyambut positif kehadiran ensiklopedia ini. Menurutnya, karya tersebut menjadi langkah nyata dalam pelestarian budaya di tengah derasnya arus modernisasi.
“Kehadiran Ensiklopedia Sunda Betawi adalah langkah penting untuk memastikan warisan budaya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Karya ini bukan sekadar sumber informasi, tetapi juga menjadi alat penting dalam pendidikan karakter anak-anak sejak usia dini,” ujar Hilmar.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan bangsa tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari keberhasilan membangun kualitas sumber daya manusia yang berakar pada nilai budi pekerti dan kearifan lokal.
Enam jilid Ensiklopedia Sunda Betawi ini disusun oleh SM Dagun, tokoh yang selama ini aktif dalam pengkajian kebudayaan Nusantara.
Dengan terbitnya karya monumental ini, LPKN berharap masyarakat, khususnya generasi muda Sunda dan Betawi, dapat semakin mengenal, mencintai, dan menjaga identitas budayanya di tengah tantangan globalisasi.
Profil Penyusun
SM Dagun telah menulis sejumlah ensiklopedia bidang kearifan lokal. Penulisan bidang kearifan lokal ini lebih didasari sebagai gerakan untuk merawat dan melestarikan budaya leluhur. Karya-karya yang sudah diterbitkan sebagai berikut: - Ensiklopedia Sunda, Jawa Barat – 10 Jilid, 2020, Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara (LPKN); Enskiklopedia Sumtera Utara – 10 Jilid, 2021, Lembaga Pengkajian Kebudayaan
Nusantara (LPKN); Ensiklopedia Nusa Tenggara Timur- 8 Jilid, 2019, Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara (LPKN); Ensiklopedia Papua – 8 Jilid, 2021, Lembaga Pengkajian Keduayaan Nusantara (LPKN); Buku Pendidikan Anti Narkoba untuk Sekolah Dasar, Sekolah Menengah dan Sekolah Menengah Atas, 2010, Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara (LPKN)
Karya-karya bidang ilmu pengetahuan - Kamus Besar Ilmu Pengetahuan, edisi pertama 1997, Cetakan ke-7 tahun 2013, Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara (LPKN); Kamus Besar Tokoh Indonesia dan Dunia tahun 2014, Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara (LPKN); Kamus Besar Ilmu Sosial tahun 2014, Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara (LPKN); Kamus Besar Ilmu Eksakta tahun 2015, Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara (LPKN); Kamus Tokoh Penerima Nobel
tahun 2016, Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara (LPKN); Kamus Acuan Utama Bahasa Indonesia tahun 2017 (edisi perdana PDF), Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara.(LPKN); Kamus Besar Ilmu dan Bahasa tahun (edisi perdana PDF), Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara (LPKN) 2018.
Manisnya Ditolak biografi Kris Biantoro (ed), Gramedia, Jakarta 2004; Sosio- Ekonomi, Rineka Cipta, Jakarta 1992; Pengantar Filsafat Ekonomi, Rineka Cipta, Jakarta 1992; Psikologi Keluarga, Rineka Cipta, Jakarta 1990; Filsafat Ensistensialisme, Rineka Cipta, Jakarta 1991 dan Maskulin dan Feminin, Rineka Cipta, Jakarta 1991