Nasional

Bentrok Bersenjata Hamas vs Klan Dughmush di Gaza Tewaskan 27 Orang

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 14/10/2025 09:07 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Bentrokan berdarah terjadi antara kelompok Hamas dan klan bersenjata Dughmush di Kota Gaza, menewaskan sedikitnya 27 orang sejak Sabtu (11/10/2025). Pertempuran ini disebut sebagai konfrontasi internal paling mematikan sejak selesainya operasi besar Israel di wilayah tersebut.

Menurut saksi mata, anggota Hamas yang mengenakan penutup wajah terlibat baku tembak sengit dengan pasukan bersenjata klan Dughmush di dekat Rumah Sakit Yordania. Pertempuran berlangsung di wilayah pemukiman Tel al-Hwa, selatan Kota Gaza, setelah lebih dari 300 anggota Hamas menyerbu blok perumahan tempat kelompok Dughmush berada.

Sumber medis melaporkan 19 anggota klan Dughmush dan delapan anggota Hamas tewas dalam bentrokan tersebut. Warga sekitar menggambarkan suasana panik ketika puluhan keluarga berusaha menyelamatkan diri dari rumah mereka di tengah desingan tembakan. Banyak di antara mereka adalah warga yang sebelumnya telah beberapa kali mengungsi akibat perang dengan Israel.

Pertempuran juga menyebabkan sejumlah orang terluka, meskipun jumlah pastinya belum dikonfirmasi.

Pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Hamas menyatakan pasukan keamanan mengepung kelompok bersenjata Dughmush dan terlibat pertempuran hebat saat berusaha menangkap mereka.

Kementerian itu menyebut delapan anggotanya terbunuh dalam “konfrontasi bersenjata melawan milisi.” Hamas menegaskan operasi dijalankan untuk memulihkan ketertiban dan memperingatkan bahwa aktivitas bersenjata di luar struktur resmi “perlawanan” akan ditindak keras.

Menurut laporan BBC, Hamas telah mengerahkan sekitar 7.000 anggota pasukan keamanan guna mempertegas kembali kendali atas Gaza setelah penarikan pasukan Israel.

Hamas menuduh anggota bersenjata Dughmush sebelumnya membunuh dua anggotanya dan melukai lima lainnya, sehingga memicu operasi balasan.

Namun, sumber dari klan Dughmush menyampaikan versi berbeda. Mereka mengklaim pasukan Hamas mendatangi gedung yang mereka jadikan tempat berlindung setelah rumah mereka di Al-Sabra hancur akibat serangan Israel. Sumber itu menuding Hamas berniat mengusir keluarga Dughmush demi menjadikan gedung tersebut sebagai markas baru.

Klan Dughmush merupakan salah satu keluarga paling berpengaruh di Gaza dan memiliki riwayat panjang perselisihan dengan Hamas. Hubungan panas antarkedua pihak telah beberapa kali memicu bentrokan di masa lalu.

Hingga kini, kedua pihak saling menyalahkan atas penyebab utama pecahnya bentrokan terbaru ini, sementara situasi di lapangan masih tegang.

Artikel Lainnya