Jakarta, INDONEWS.ID - Orkestra Merah Putih menggelar Konser Kebangsaan ke-6, di Balai Sarbini, Jakarta, Jumat (14/11). Konser tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada nilai-nilai persatuan, perjuangan, dan pengabdian para pahlawan.

Konser ini turut dihadiri Ketua beserta anggota Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI).
Mereka yang hadir yaitu Ketua Umum Prof. Meutia Farida Swasono, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Melani Leimena Suharli, mantan Wakil Ketua MPR, Sekjen Antarini Malik, dan Bendahara Umum Indah Soedadi. Selanjutnya, Marini Widowati Soedjoko, Margareth Elizabeth Lucas, Ismeth Wibowo, Hutomo Said, Ibong Agustanzil Sjahroezah, Iskandar, Ita Robita, Riawan Amin dll.

Turut hadir KGPAA Mangkunegara X, Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Sosial Mayjen TNI Rionardo, mantan Wakil Keuangan Prof. Mardiasmo, mantan Ka Bareskrim Mabes Polri Komjen Pol ( Purn) Ito Sumardi, mantan Sekjen Kemhan Marsdya TNI ( Purn) Eris Herryanto dll.
Pendiri Orkestra Merah Putih, Isnaeni Achdiat mengungkapkan tahun ini konser mengusung tema ‘Semangat Langkah Nusantara.’ Ia berharap konser ini dapat menjadi ruang refleksi mengenai pentingnya semangat juang, persatuan, serta kesadaran kolektif sebagai satu bangsa.

“Tema ini, sebagai renungan agar kita belajar menjadi bangsa yang memikirkan masa depan. Lebih banyak dibandingkan memikirkan masa lalu,” kata dia di sela-sela rangkaian Konser Kebangsaan.
Konser keenam yang telah digelar sejak 2019 ini menghadirkan penampilan dari musisi-musisi ternama Indonesia seperti Armand Maulana, Novia Bachmid, dan Putri Ayu, yang membawakan lagu-lagu bertema cinta Tanah Air dan kebersamaan. Tahun ini, Orkestra Merah Putih juga menggelar pra-konser untuk memperkenalkan Simfoni Profesi Keuangan sebelum pelaksanaan Konser Kebangsaan VI.
Orkestra Merah Putih juga merilis dua lagu bertema profesi keuangan dalam versi internasional. Kedua lagu ini diperkenalkan dalam gelaran konser bertajuk “Simfoni Profesi Keuangan” sebagai bagian dari rangkaian Konser Besar Kebangsaan ke-6.

Isnaeni menyatakan, untuk pertama kalinya konser tahunan ini menghadirkan sesi khusus yang menyoroti profesi akuntansi dan keuangan melalui pertunjukan musik orkestra.
Isnaeni memperkenalkan dua karya utama yang disebutnya sebagai maha karya hymne profesi kuangan, yaitu Hymne Akuntan Mengabdi dan Hymne Amanah Berjaya.

“Ini manifesto saya. ‘Amanah Berjaya’ akan menjadi The Global Accountants Anthem. Karya Indonesia bisa diputar di Argentina, Brasil, Spanyol, sampai Rusia,” ujarnya dalam pembukaan Konser Simfoni Proefesi Keuangan di Jakarta Selatan, Jumat (14/11).
Ia mengatakan lagu tersebut akan dikembangkan menjadi versi internasional berjudul “Serve the World with Truth” dan diusulkan sebagai anthem global akuntan. Selain itu, ia juga memperkenalkan salah satu karyanya yang berjudul “Raise the Torch of Ethics” akan diajukan sebagai materi kampanye etika profesi pada tingkat internasional.

“Nanti ada satu yang saya berikan judul namanya raise the torch of ethics yang saya juga akan usulkan ke International Federation of Accountants,” ujarnya.*