Bisnis

Media Iran Publikasikan Nama-nama Tokoh yang Diklaim Jadi Target Balas Dendam, Ini Daftarnya!

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 12/07/2026 17:36 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID – Surat kabar konservatif Iran, Hamshahri, memicu perhatian internasional setelah memublikasikan daftar tokoh dunia yang disebut bakal menjadi target balas dendam menyusul tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Laporan AFP menyebutkan, infografik yang diunggah secara daring oleh media yang berada di bawah otoritas Pemerintah Kota Teheran itu dipublikasikan pada Sabtu (11/7) malam waktu setempat. Dalam infografik tersebut ditampilkan foto 13 pemimpin asing yang disertai pernyataan Mojtaba Khamenei, putra sekaligus penerus Ali Khamenei.

Ali Khamenei disebut tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari, yang menandai pecahnya perang besar di kawasan Timur Tengah. Sejak kematian ayahnya, Mojtaba Khamenei berulang kali menyatakan tekad Iran untuk melakukan pembalasan.

Dalam pesan pertamanya sejak pemakaman Ali Khamenei yang berlangsung pekan ini, Mojtaba menegaskan bahwa aksi balas dendam merupakan kehendak rakyat Iran dan akan tetap dilaksanakan.

"Pembalasan dendam adalah kehendak bangsa kita dan mau tidak mau harus dilaksanakan," ujar Mojtaba Khamenei, seperti dikutip AFP, Sabtu.

Ia juga memperingatkan bahwa para "penjahat" yang namanya tercantum dalam daftar tersebut tidak akan meninggal dengan tenang di tempat tidur mereka.

Daftar yang dipublikasikan Hamshahri mencantumkan sejumlah pemimpin negara Barat, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, serta Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Meski demikian, infografik tersebut tidak disertai pernyataan resmi pemerintah Iran maupun kantor pemimpin tertinggi yang mengesahkan daftar tersebut. Sebelumnya, Ali Khamenei memang pernah menyatakan Iran telah menyusun daftar individu yang akan menjadi target pembalasan, namun tidak pernah mengungkap identitas mereka.

Menariknya, daftar nama para pejabat asing itu juga tidak dimuat dalam edisi cetak Hamshahri yang terbit pada Minggu (12/7), sehingga memunculkan pertanyaan mengenai status resmi publikasi tersebut.

Selama perang berlangsung, Iran menuding sejumlah negara Eropa ikut bertanggung jawab karena dinilai gagal mengecam serangan terhadap wilayahnya. Teheran juga menuduh negara-negara tersebut membiarkan pesawat militer Amerika Serikat melintasi wilayah udara mereka untuk mendukung operasi militer terhadap Iran.

Sementara itu, Mojtaba Khamenei belum pernah muncul di hadapan publik sejak sebelum perang pecah. Sejumlah laporan menyebutkan ia turut mengalami luka dalam serangan yang menewaskan Ali Khamenei.

Artikel Lainnya