Nasional

Bertemu Wakil Gubernur Fujian, Airlangga Dorong Percepatan Proyek Konkret TCTP

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 23/07/2026 14:22 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat implementasi berbagai proyek konkret dalam kerangka kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP) antara Indonesia dan Provinsi Fujian, Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Hal itu disampaikan Airlangga saat bertemu Wakil Gubernur Pemerintah Provinsi Fujian H.E. Zhao Zenglian di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati pentingnya penyusunan daftar potensi proyek dan sektor prioritas sebagai dasar pengembangan kerja sama TCTP yang lebih konkret dan sesuai kebutuhan kedua negara.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pengembangan KEK Industropolis Batang yang telah diresmikan sejak 20 Maret 2025 sebagai Shenzhen-nya Indonesia diharapkan dapat segera diwujudkan. Salah satunya melalui percepatan implementasi berbagai proyek konkret dalam kerangka program TCTP,” kata Airlangga.

Program TCTP merupakan kerja sama Indonesia dan RRT untuk memperkuat hubungan ekonomi melalui peningkatan perdagangan, investasi, serta pengembangan industri.

Airlangga mengapresiasi dukungan dan kerja sama konkret yang telah terjalin antara Pemerintah Provinsi Fujian dan Pemerintah Indonesia. Ia juga mendorong agar implementasi program TCTP dapat dipercepat melalui koordinasi yang lebih erat antar-pemangku kepentingan.

Hingga saat ini, Indonesia dan RRT telah membangun berbagai kerja sama yang melibatkan kawasan ekonomi dan industri, pemerintah daerah, serta pelaku usaha dari kedua negara. Sebanyak 30 nota kesepahaman (MoU) telah ditandatangani dengan estimasi nilai investasi mencapai sekitar Rp37,1 triliun.

Sementara itu, Wakil Gubernur Fujian Zhao Zenglian menyampaikan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat implementasi program TCTP. Langkah tersebut meliputi penguatan koordinasi antar-pemangku kepentingan, identifikasi proyek dan sektor prioritas, serta penyusunan tindak lanjut kerja sama yang lebih efektif dan terarah.

“Kami siap untuk bersama-sama dengan Pemerintah Indonesia dalam mendorong perkembangan kawasan dalam program TCTP dan berkomitmen untuk mengidentifikasi sektor-sektor prioritas yang berpotensi dikembangkan bersama dengan Provinsi Fujian,” ujar Zhao.

Kedua pihak juga sepakat memperkuat ekosistem pendukung implementasi TCTP melalui peningkatan fasilitasi perdagangan, koordinasi kepabeanan, dukungan terhadap kelancaran arus barang, serta peningkatan akses pasar.

Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif dan meningkatkan daya tarik investasi di kawasan yang masuk dalam kerja sama TCTP.

Pemerintah Indonesia selanjutnya akan mengintegrasikan berbagai masukan dari pertemuan tersebut ke dalam penyusunan masterplan implementasi TCTP. Masterplan itu akan menjadi acuan pelaksanaan program kerja sama ke depan.

Dalam pertemuan tersebut, Zhao juga menyampaikan undangan resmi kepada Airlangga untuk menghadiri China International Fair for Investment and Trade (CIFIT) yang akan digelar di Xiamen, Fujian, pada 8 September 2026.

CIFIT merupakan salah satu pameran investasi internasional yang berfokus pada promosi investasi dua arah dan perdagangan global.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral, serta delegasi Pemerintah Provinsi Fujian RRT.

Artikel Lainnya