Nasional

Politeknik STIA LAN Jakarta Perkuat Kompetensi Praja IPDN melalui Pelatihan Gender Smart Leadership di IPDN Kampus Jatinangor

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 29/07/2026 16:58 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Politeknik STIA LAN Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema "Gender-Smart Leadership: Kesiapan Praja IPDN Memimpin Birokrasi yang Adil dan Setara" sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus komitmen dalam mendukung pengembangan kapasitas calon aparatur sipil negara yang profesional, inklusif, dan responsif terhadap isu gender.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan selama empat hari. Kegiatan diawali dengan penyusunan materi pelatihan serta pengembangan instrumen pembelajaran berbasis gamifikasi yang dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan aplikatif. Selanjutnya, tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik STIA LAN Jakarta melaksanakan audiensi dan koordinasi bersama jajaran Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPDN sebagai langkah memperkuat sinergi pelaksanaan program.

Audiensi diterima langsung oleh Kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat IPDN, Dr. Ihwan Sudrajat, serta dihadiri oleh Tenaga Ahli Kependidikan IPDN, Drs. Eddy Soepriady, M.Si.; Kepala Pusat Pengabdian Berbasis Program Studi, Ir. Murdiyana, M.Si.; Kepala Pusat Pengabdian Kerja Sama Internasional, Dr. Ali Hanafiah Muhi, S.P., M.P.; dan Kepala Pusat Pengabdian Publikasi, Dra. Hestiwati Basir, M.Si. beserta jajaran dan rekan-rekan yang bertugas di lingkungan LPM IPDN. Dr. Ihwan Sudrajat mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Politeknik STIA LAN Jakarta dan IPDN. Beliau menyampaikan bahwa sinergi antar perguruan tinggi menjadi sarana untuk berbagi pengalaman, praktik baik, dan inovasi program, serta menyatakan ketertarikannya untuk mengembangkan kerja sama berkelanjutan, khususnya dalam pelatihan kepemimpinan berbasis gender. 

Puncak kegiatan berlangsung melalui pelatihan Gender Smart Leadership yang dibuka oleh Kepala Pusat Pengabdian Berbasis Program Studi IPDN, Ir. Murdiyana, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin serta berharap kerja sama antara IPDN dan Politeknik STIA LAN Jakarta dapat terus berkembang melalui berbagai program peningkatan kompetensi bagi Praja.

Materi pelatihan disampaikan oleh tim dosen Aulia Rahmawati dan Gusti Anisa Wulandari yang membahas konsep dasar seks dan gender, bentuk-bentuk ketidakadilan gender, kepemimpinan inklusif, serta penerapan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) dalam birokrasi dan pelayanan publik. Pembelajaran dikemas secara interaktif melalui diskusi kelompok, studi kasus, dan aktivitas gamifikasi yang mendorong peserta berpikir kritis, berkolaborasi, serta mengaplikasikan perspektif gender dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Melalui metode pembelajaran berbasis gamifikasi, para Praja IPDN dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyelesaikan studi kasus dan merumuskan solusi atas berbagai persoalan pelayanan publik yang berperspektif gender. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan partisipasi aktif peserta, mengasah kemampuan analisis, komunikasi, dan kerja sama tim dalam menghadapi tantangan birokrasi yang semakin kompleks.

Sebagai institusi yang mencetak calon pemimpin pemerintahan, IPDN memiliki peran penting dalam membangun aparatur yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kesetaraan dan inklusi dalam proses pengambilan keputusan. Melalui pelatihan ini, para Praja diharapkan mampu merancang kebijakan dan memberikan pelayanan publik yang lebih adil, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sebagai tindak lanjut, kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi dan penyusunan rekomendasi pengembangan program sebagai dasar implementasi pelatihan yang berkelanjutan di lingkungan IPDN.

Melalui kegiatan ini, Politeknik STIA LAN Jakarta dan IPDN berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berkembang dalam berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi pengembangan kapasitas aparatur sekaligus mencetak pemimpin birokrasi masa depan yang profesional, adaptif, inklusif, dan berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berkeadilan serta pelayanan publik yang responsif terhadap seluruh elemen masyarakat.

Artikel Lainnya