Daerah

Sarasehan Wawasan Kebangsaan JAI: Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia

Oleh : rio apricianditho - Minggu, 23/08/2026 17:30 WIB


Sarasehan Wawasan Kebangsaan JAI: Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia

Bogor, INDONEWS.ID - | Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia (JAI) menggelar Sarasehan Wawasan Kebangsaan di Baitul ‘Affiyat, Parung, Kabupaten Bogor, Minggu (23/8/2026).

Mengusung tema “Memperkuat Wawasan Kebangsaan, Menumbuhkan Cinta Tanah Air, serta Mengukuhkan Kontribusi Nyata bagi Persatuan dan Kemajuan Bangsa”, kegiatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan makna kemerdekaan sekaligus mendorong generasi muda agar terus menumbuhkan kecintaan terhadap Indonesia melalui kontribusi nyata.

Sarasehan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian Agama RI, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Universitas Paramadina Jakarta, serta Jamiah Internasional Ahmadiyah Indonesia.


 Amir Nasional: Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia


Acara inti dibuka dengan pidato kunci Amir Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, S.T., M.T. Dalam sambutannya, ia mengingatkan agar semangat mencintai Indonesia tidak pernah padam, meski bangsa ini menghadapi beragam tantangan.

“Jangan pernah kehilangan harapan. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia. Karena Indonesia adalah kita, Indonesia adalah rumah kita, Indonesia adalah tanah air kita, Indonesia adalah bagian dari jati diri kita,” ujarnya.

Menurutnya, rasa syukur atas kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga harus dibuktikan lewat tindakan nyata. Di antaranya dengan menjunjung kejujuran, menolak korupsi, menegakkan keadilan, menjauhi narkoba serta ikut menjaga perdamaian.


Bahas Toleransi hingga Peran Generasi Muda


Sarasehan kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel yang dipandu Khoirotun Nisak, M.Phil., Direktur Program Paramadina Center for Religion and Philosophy, Universitas Paramadina Jakarta.

Diskusi menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif berbeda mengenai kebangsaan, keberagaman dan peran generasi muda.

Dedi Slamet Riyadi, M.Ag., Kepala Subdit Kepustakaan Islam, membawakan materi tentang “Generasi Muda sebagai Penggerak Kebinekaan: Merawat Toleransi, Melawan Diskriminasi, dan Membangun Ruang Sosial yang Inklusif.”

Sementara Dr. Naila Farah, M.Ag., Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, mengangkat tema “Moderasi Beragama di Era Generasi Digital: Menjadikan Keberagamaan sebagai Kekuatan Persatuan dan Perdamaian Bangsa.”

Adapun Attaul Ghalib Yudhihadian, M.Pd., Wakil Rektor Jamiah Internasional Ahmadiyah Indonesia, membahas “Tantangan Peran Pemuda Ahmadiyah Indonesia Berkontribusi untuk Bangsa.”

Diskusi tersebut diikuti ratusan cendekiawan dari berbagai kelompok dan usia, dengan mayoritas peserta berasal dari kalangan generasi Z dan milenial. Para peserta diajak untuk berani menyuarakan kebenaran dan keadilan serta mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.


 Kontribusi Tak Harus Menunggu Sukses


Dalam sesi penutup, Mln. Ataul Ghalib Yudi Hadiana, M.Pd., menegaskan bahwa kontribusi terhadap bangsa tidak harus menunggu seseorang memiliki jabatan, kekuasaan maupun kesuksesan.

Menurutnya, setiap generasi muda dapat memberikan kontribusi terbaik melalui bidang yang dikuasainya. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kecintaan terhadap Indonesia.

Pesan senada disampaikan Zaki Firdaus Syahid. Ia mengajak generasi muda untuk memulai kontribusi dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti hidup sederhana, jujur dan bertanggung jawab.

“Perilaku hidup sederhana, jujur, dan bertanggung jawab adalah cara paling nyata mensyukuri kemerdekaan,” pesannya.

Ia menambahkan, keberhasilan tidak semata-mata diukur dari apa yang dimiliki seseorang, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada orang lain.

Semangat tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun Indonesia yang lebih damai, adil, bersih dan penuh harapan.

Melalui sarasehan ini, Jemaat Ahmadiyah Indonesia berharap semangat kemerdekaan dapat terus diwariskan kepada generasi muda, sekaligus menjadi dorongan untuk mengambil peran dalam menjaga persatuan dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Love for All, Hatred for None — Cinta untuk semua, tiada kebencian untuk siapapun.

Artikel Lainnya