Jakarta, INDONEWS.ID - Kepedulian terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana terus digalang. Indonews.id, salah satu media nasional yang bermarkas di ibukota Jakarta mengajak masyarakat turut membantu meringankan beban masyarakat terdampak gempa melalui gerakan “Indonews Peduli NTT”.
Bantuan yang dihimpun tidak hanya berupa uang, tetapi juga kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat. Sejumlah kebutuhan yang diperlukan antara lain sembako, obat-obatan, tenda, selimut, pakaian layak pakai hingga perlengkapan untuk kondisi darurat.
Masyarakat yang ingin memberikan donasi dalam bentuk uang dapat menyalurkannya melalui rekening Bank NTT nomor 2509-9278-74 atas nama Maria Martina Hitu Berkanis (Vocationist Sister atau Suster-Suster Panggilan Ilahi ).
Sementara itu, bantuan berupa barang dapat dikirimkan ke Balai Sarwono yang beralamat di Jalan Madrazah Nomor 14, Kemang, Jakarta Selatan, yang menjadi titik pengumpulan bantuan. Informasi mengenai penggalangan bantuan dapat menghubungi saudara Rikardo di nomor 0822-5780-2508.
Gerakan tersebut diharapkan menjadi bagian dari solidaritas masyarakat untuk membantu warga NTT yang terdampak bencana. Bantuan yang terkumpul nantinya diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat dan pemulihan.
“Mari bersama, ringankan beban saudara kita yang sedang berjuang bangkit kembali,” kata Rikard di Jakarta, Senin (24/8/26).
Ajakan tersebut menjadi penting mengingat aktivitas kegempaan di wilayah NTT masih berlangsung setelah gempa utama mengguncang Flores.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gempa susulan masih dapat terjadi selama 21 hingga 30 hari setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas gempa susulan secara umum menunjukkan kecenderungan menurun. Meski demikian, peningkatan aktivitas masih mungkin terjadi pada periode tertentu.
“Berdasarkan hasil monitoring BMKG, aktivitas gempa susulan masih akan berlangsung,” ujar Nelly, dikutip dari Antara, Rabu (19/8/2026).
Nelly menjelaskan, grafik aktivitas gempa menunjukkan tren penurunan meskipun pada sejumlah periode masih terdapat peningkatan aktivitas.
“Secara umum dari grafik terlihat bahwa kecenderungannya menurun, walaupun dalam beberapa periode masih terjadi peningkatan aktivitas, tetapi gempa susulan akan menurun,” katanya.
Menurut dia, berdasarkan data yang tersedia saat itu, aktivitas gempa susulan diperkirakan masih berlangsung sekitar 21 hingga 30 hari ke depan, dengan intensitas yang cenderung terus menurun.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan bantuan bagi masyarakat terdampak tetap menjadi perhatian. Selain bantuan pemerintah dan lembaga kemanusiaan, dukungan masyarakat luas diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga selama proses penanganan dan pemulihan bencana.
Melalui gerakan “Indonews Peduli NTT”, Indonews.id mengajak masyarakat untuk bergotong royong memberikan dukungan bagi warga terdampak. Bantuan, baik berupa dana maupun kebutuhan pokok, diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama membantu masyarakat NTT bangkit setelah bencana.