Jakarta, INDONEWS.ID — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengajak masyarakat Minangkabau di perantauan untuk terus menjaga persatuan serta memperkuat kontribusi bagi pembangunan daerah dan kampung halaman.
Hal itu disampaikan Mahyeldi dalam seminar bertajuk “Tokoh Minangkabau yang Mengubah Indonesia” di Gedung MH Thamrin, Blok G, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/8).
Mahyeldi menyampaikan, masyarakat Minang yang berada di berbagai daerah merupakan bagian penting dari kekuatan Sumatera Barat. Karena itu, hubungan antara masyarakat di rantau dan di kampung halaman perlu terus dipelihara dan diperkuat.
Menurutnya, semangat persatuan harus menjadi landasan dalam setiap kegiatan masyarakat. Perbedaan pilihan, profesi, maupun tempat tinggal tidak boleh menjadi penghalang untuk tetap menjaga silaturahmi dan kebersamaan.
“Kontribusi masyarakat Minang di rantau sangat berarti. Mari kita jaga persatuan, perkuat silaturahmi, dan terus memberikan manfaat bagi kampung halaman serta bangsa,” ujar Mahyeldi di Jakarta.
Karena itu, Mahyeldi mengapresiasi pelaksanaan seminar yang digelar Rangkayo Minang tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kesadaran bersama mengenai peran dan kontribusi masyarakat Minangkabau, baik di ranah maupun di rantau.
Ia mengatakan, besarnya peran perantau Minang dalam membantu sesama juga ia rasakan ketika memberikan bantuan rendang Padang kepada masyarakat terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Hal itu saya rasakan ketika saya memberikan bantuan rendang Padang di NTT. Peran perantau kita sangat besar, ikut membantu korban bencana alam,” ujar Mahyeldi.
Menurutnya, kepedulian tersebut menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masyarakat Minangkabau tidak terbatas oleh jarak dan wilayah. Perantau Minang tetap memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan di berbagai daerah.
Mahyeldi menilai, kontribusi masyarakat Minang di perantauan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari investasi, pendidikan, kegiatan sosial, pengembangan kebudayaan, hingga berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk kemajuan Sumatera Barat.
Ia mengatakan, semangat ranah dan rantau merupakan salah satu kekuatan yang perlu terus dirawat dalam membangun Sumbar. Sinergi antara masyarakat di kampung halaman dan perantauan dinilai dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.
Ia juga mengajak generasi muda Minangkabau untuk melanjutkan tradisi positif tersebut dengan tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kebersamaan, dan persatuan.
“Di mana pun kita berada, kita tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersamaan dan memberikan kontribusi terbaik,” katanya.
Mahyeldi berharap masyarakat Minangkabau di perantauan tidak hanya menjadi bagian dari perkembangan daerah tempat mereka tinggal, tetapi juga terus memberikan perhatian dan kontribusi nyata bagi kemajuan Sumatera Barat.(M.Datuk)