BMKG Sebut Potensi Gempa Pulau Kalimantan Masih Relatif Lebih Aman
Dwikorita menjelaskan, Pulau Kalimantan memiliki jumlah struktur sesar aktif yang jauh lebih sedikit dari pulau-pulau lainnya di Indonesia. Posisi Pulau Kalimantan juga jauh dari zona tumbukan lempeng (megathrust).
Reporter: Ronald
Redaktur: budisanten
Jakarta, INDONEWS.ID - Salah satu provinsi di Pulau Kalimantan digadang-gadang akan menjadi ibu kota Indonesia yang baru. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pulau Kalimantan dianggap sebagai satu-satunya pulau besar di Indonesia dengan tingkat aktivitas kegempaan yang paling rendah.
“Hasil monitoring kegempaan oleh BMKG terhadap Sesar Maratua dan Sesar Mangkalihat di wilayah Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur menunjukkan masih sangat aktif. Tampak dalam peta seismisitas pada 2 zona sesar ini aktivitas kegempaanya cukup tinggi dan membentuk klaster sebaran pusat gempa yang berarah barat-timur,” kata Daryono lewat keterangan tertulis berjudul ‘Potensi Gempa dan Tsunami Di Kalimantan Timur’, Jumat (23/8/2019).
Daryono mengatakan, gempa bumi yang memicu timbulnya tsunami pernah terjadi di Kaltim pada 1921. Saat itu dampak gempa dan tsunami cukup menimbulkan kerusakan di Sangkulirang, Kaltim.
“Gempa dan Tsunami Sangkulirang pada 14 Mei 1921. Dampak gempa Sangkulirang dilaporkan menimbulkan kerusakan memiliki skala intensitas VII-VIII MMI, yang artinya banyak bangunan mengalami kerusakan sedang hingga berat. Gempa kuat ini diikuti tsunami yang mengakibatkan kerusakan di sepanjang pantai dan muara sungai di Sangkulirang, Kaltim,” ujar Daryono.
Berdasarkan catatan sejarah, pantai Kaltim bukan kawasan aman tsunami. Pernah terjadi tsunami destruktif di Sangkulirang pada 14 Mei 1921.
“Keberadaan Pantai Timur Kaltim yang berhadapan dengan ‘North Sulawesi Megathrust’ tentu juga patut diwaspadai. Hasil pemodelan skenario tsunami akibat gempa bumi berkekuatan M=8,5 yang berpusat di zona megathrust Sulawesi Utara menggunakan TOAST (Tsunami Observation and Simulation Terminal) di BMKG menunjukkan bahwa di Pantai Kalimantan Timur berpotensi terjadi tsunami dengan status ancaman ‘awas’ dengan tinggi tsunami di atas 3 meter,” tandasnya. (rnl)