Aneh, Gak Suka Nonton Bola tapi Jadi Striker Mematikan
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Gabung di Bina Taruna 11 bulan lalu, Arfrel sudah tunjukan bakat `membunuh` di lapangan hijau. Saat bermain untuk timnya anak muda kelahiran Ketapang, Kalimantan yang tak suka nonton sepakbola 4 kali menggetarkan gawang Tunas Betawi di Liga Jakarta U-17, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (29/08).
Memakai nomer punggung 23, Arfrel seperti megabintang sepakbola Ronaldo kala bermain diawali karier yang juga mengenakan nomer.yang sama. Hanya saja posisi Arfrel berbeda dengan CR-7, Arfrel striker murni sementara Ronaldo lebih banyak ditempakan sebagai glandang serang.
Tapi keduanya punya kesamaan, senang merobek gawang lawanya lewat tendangan mematikan. Meski banyak orang ingin Arfrel bermain atau meniru gaya pemain dunia, namun pemuda berdarah Padang dan Pasuruan ini tak punya idola pemain dunia, baginya ia main bola sebagai hobi bukan ingin mencontoh pemain lain.
Dan lucunya, sejak kecil hingga saat ini Arfrel tak suka menonton bola, baik langsung maupun lewat saluran televisi. "Aku sukanya nonton highlight sepakbola aja, terus aku ikutin gayanya", ujar pemuda yang besar di Kalimantan.
Menjadi tumpuan timnya dalam mencetak gol, tak membuat Arfrel berbangga hati, menurutnya semua kawannya punya peran masing-masing saat di lapangan, kebetulan dirinya ada di posisi penyerang depan yang mau tak mau punya kewajiban menghasilkan gol.
Naluri `membunuh` nya di lapangan hijau ia buktikan saat timnya bertemu Tunas Betawi di Liga Jakarta ia quattrick, 2 di babak pertama dan 2 lagi di babak kedua. Ia mengaku bahwa tidak ada latihan spesial, semua tim porsi latihannya sama, hanya Arfrel biasanya sebelum latihan bersama timnya, ia berlatih sendiri selama 30 menit.
Arfrel merupakan putera daerah yang dibina di Bina Taruna, selama tinggal di Jakarta, Arfrel tinggal di asrama timnya di kawasan Kebayoran. Menjadi pesepakbola merupakan dorongan dari ayahnya yang gemar sepakbola, maka ia dikirim ke Jakarta masuk Bina Taruna.
Arfrel akan terus berusaha main sebaik mungkin demi timnya dan `membayar` keinginan ayahnya yang cinta sepakbola. Andai kata ia meninggalkan sepakbola, ada satu yang dirinya inginkan, menjadi pebisnis sebagaimana masyarakat Sumatera Barat yang punya darah pedagang.