Pojok Istana

Jokowi : Diam Dan Sabar Saya Karena Konsisten Mengedepankan Prinsip Kerja Dan Kerja

Oleh : Ronald Tanoso - Minggu, 03/02/2019 19:20 WIB

Calon Presiden petahanan Joko Widodo berserta sang istri bersama dengan Tim Bravo 5 yang beranggotakan 5 jenderal purnawan menghadiri deklarasi

Surakarta, INDONEWS.ID - Calon Presiden petahanan Joko Widodo berserta sang istri bersama dengan Tim Bravo 5 yang beranggotakan 5 jenderal purnawan menghadiri deklarasi "Sadulur Kayu dan Mebel (Sekabel) Jokowi" di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah pada hari Minggu, (3/2/2019).

Saat bertemu dengan teman-teman lamanya yang merupakan tukang kayu, tenaga kerja serta ribuan pendukungnya diacara tersebut, Jokowi mengungkapkan curahan hatinya saat menghadapi ujaran-ujaran fitnah yang ditujukan kepadanya selama empat tahun lebih menjabat sebagai pemimpin tertinggi di negara ini.

Dalam kesempatan tersebut, capres nomor urut 1 ini mengatakan selama empat tahun ini dirinya diam saja karena konsisten mengedepankan prinsip kerja dan kerja.

"Yang terjadi semburan-semburan fitnah di mana-mana, terutama di medsos dan darat. Semburan kebohongan dan kedustaan. Yang benar menjadi salah, sebaliknya yang salah menjadi benar. Empat tahun saya diam saja, hanya kerja dan kerja terus dari siang sampai malam,” ungkap Jokowi.

Hanya saja yang terjadi adalah saat diam dan kesabarannya itu justru malah dianggap sebagai seorang yang penakut sehingga membuat fitnah-fitnah ini tak pernah berhenti. Bahkan menurutnya terus menjadi-jadi dengan munculnya isu-isu yang lain.

Oleh karena itu, menyikapi hal tersebut, di momentum tersebut, Jokowi dengan tegas mengatakan bahwa sudah saatnya dia harus menjawab tentang kebenaran. Karena menurut dia, diam dan kesabarannya itu sesungguhnya untuk kepentingan rakyat dan negara karena itu ia pun menegaskan tidak ada rasa takut sedikitpun menyikapi hal tersebut.

"Tiba saatnya saya menjawab. Mentang-mentang saya sabar dihina, dimaki, dipikirnya saya penakut? Tidak ada rasa takut sekecil pun untuk kepentingan rakyat dan negara,” tegas Jokowi. (ronald)

 

Artikel Terkait